Pusing selama menopause terutama terlihat pada kondisi berikut: Pertama, hipertensi: Pasien rentan terhadap peningkatan tekanan darah selama menopause karena perubahan kadar hormon, dan ketika tekanan darah naik ke tingkat tertentu, pasien akan mengalami pusing dan sakit kepala. Kedua, kurang tidur: Pasien menopause rentan terhadap kurang tidur atau gangguan tidur. Beberapa pasien tidak bisa tidur, bangun lebih awal atau mengalami mimpi yang berlebihan, dan kurang tidur dalam jangka panjang juga rentan terhadap gejala pusing dan pusing. Ketiga, perubahan kondisi mental: Pusing selama menopause dapat dimanifestasikan sebagai kecemasan atau depresi. Pasien mungkin mengalami perubahan temperamen dan kepribadian, kurang sabar atau tidak sabar terhadap berbagai hal, serta gejala panik, berkeringat, takut dingin dan panas. Oleh karena itu, pusing menopause terutama terlihat pada kondisi di atas.