Pasien yang mengalami fraktur dilarang keras merokok selama perawatan. Hal ini karena merokok mungkin memiliki efek berikut ini pada penyembuhan patah tulang: 1) Merokok dapat meningkatkan mediator inflamasi dalam tubuh, yang dapat memperburuk rasa sakit dan pembengkakan patah tulang; 2) Merokok dapat secara langsung menyebabkan penyembuhan tertunda atau bahkan tidak sembuhnya patah tulang; 3) Merokok dapat menyebabkan spasme pembuluh darah dalam tubuh, yang dapat menyebabkan suplai darah yang buruk ke lokasi patah tulang, yang dapat merugikan pemulihan patah tulang. Selain merokok, pasien yang mengalami patah tulang juga harus menghindari minum alkohol atau minuman seperti teh kental atau kopi, yang mirip dengan merokok.