Jangan anggap enteng dislokasi bahu berulang pada usia 24 tahun… bergerak bebas setelah reposisi!

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Sendi bahu adalah sendi dengan rentang gerak terbesar dalam tubuh dan juga merupakan sendi yang paling fleksibel, yang juga dapat dengan mudah menyebabkan dislokasi bahu. Pasien ini memiliki riwayat dislokasi bahu. Setelah lemparan yang kuat, sendi bahu mengalami dislokasi lagi dan dimaksudkan untuk diposisikan ulang dengan manipulasi, tetapi bahu menjadi semakin nyeri.

Informasi Dasar】 Laki-laki, 24 tahun

Jenis penyakit】Subluksasi sendi bahu

Rumah Sakit】Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Harbin

Tanggal Konsultasi】 Maret 2022

Rencana perawatan】 Obat untuk menghilangkan rasa sakit (natrium parecoxib untuk injeksi) + manipulasi dengan anestesi

Masa Pengobatan】 1 hari pengobatan rawat jalan, 3 minggu tindak lanjut rawat jalan

Hasil】Tidak ada ketidaknyamanan pada sendi bahu dan gerakan normal

I. Konsultasi awal

Pasien adalah seorang pria berusia 28 tahun dengan riwayat dislokasi bahu. Timbulnya dislokasi terjadi setelah melempar benda secara paksa, dan ia mengalami nyeri dan kelemahan pada bahu pada saat cedera. Pasien menyadari bahwa bahunya mungkin telah terkilir lagi dan, setelah memiliki pengalaman mengatur ulang bahunya setelah dislokasi sebelumnya, ia mencoba mengatur ulang sendiri di rumah, tetapi sayangnya, setelah penelitian setengah hari, bahunya menjadi semakin nyeri tetapi tidak pulih. Setelah mendengarkan deskripsi pasien, saya tidak bisa menahan keringat untuk pasien. Bahkan jika saya mengatur ulang, tidak ada jaminan bahwa itu akan berhasil, dan pengaturan ulang yang gagal berulang kali membuat otot-otot di sekitar bahu semakin tegang dan membuat pengaturan ulang menjadi sangat sulit.

II. Riwayat pengobatan

Pada saat masuk rumah sakit, pasien pertama kali disarankan untuk melakukan pengambilan film. Hasil pencitraan menunjukkan bahwa pasien mengalami dislokasi anterior sendi bahu tanpa fraktur di lokasi lain. Dislokasi bahu anterior sederhana ini adalah yang paling umum dan teknik reposisi relatif mudah, dan pasien sangat meminta manipulasi lebih lanjut. Oleh karena itu, setelah meyakinkan pasien dan memberinya suntikan natrium parecoxib untuk menghilangkan rasa sakit, pasien diposisikan ulang lagi dengan menggunakan traksi. Namun, otot-otot pasien tetap sangat tegang selama proses reposisi dan reposisi sangat sulit dan pasien akhirnya harus menjalani reposisi di bawah anestesi. Pasien akhirnya harus menjalani manipulasi di bawah anestesi, karena otot-ototnya benar-benar rileks dan reposisi relatif mudah.

III. Hasil pengobatan

Setelah reposisi, deformitas sendi bahu menghilang dan rasa sakit segera hilang. Keselarasan sendi bahu pasien juga dipulihkan pada tinjauan film dan pasien dapat pulang pada hari yang sama.

IV. Catatan

Saya sangat senang bahwa sendi bahu pasien diposisikan ulang tepat waktu setelah dislokasi. Karena pasien sebelumnya pernah mengalami dislokasi sendi bahu, saya meminta pasien untuk menggunakan sling deltoid untuk menangguhkan tungkai atas selama 3 minggu setelah reposisi untuk mencegah sendi bahu mengalami dislokasi lagi dan membentuk kebiasaan dislokasi. Di masa mendatang, hindari kekuatan mendadak atau gerakan sendi bahu yang berlebihan. Jika ada deformitas sendi bahu, kesulitan dalam gerakan atau fiksasi elastis, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter alih-alih mengatur ulang sendiri di rumah.

V. Wawasan pribadi

Menurut statistik, sebagian besar dislokasi bahu dapat berhasil direposisi dengan manipulasi. Namun demikian, tingkat keberhasilan ini relatif terhadap dokter, tetapi tidak semudah orang awam mengatur ulang bahunya sendiri setelah mencari di internet. Manipulasi bahu yang terkilir perlu dilakukan setelah otot-otot cukup rileks, atau bahkan setelah pelemas otot diberikan dengan anestesi jika dislokasi sulit dilakukan. Kasus ini menunjukkan bahwa jika bahu Anda terkilir, jangan mengobatinya sendiri, tetapi carilah pertolongan medis. Anda mungkin bisa pulih secara kebetulan dengan menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi kemungkinannya adalah Anda akan membiarkan diri Anda terbuka terhadap potensi risiko dan bahkan komplikasi cedera lainnya.