Tentang Degenerasi Makula Terkait Usia

  Degenerasi makula terkait usia merujuk pada sekelompok penyakit yang menyebabkan kehilangan penglihatan pada orang berusia di atas 50 tahun akibat perkembangan kutil vitreus dan atrofi seperti peta pada makula, yang dikombinasikan dengan neovaskularisasi koroid serta perdarahan, eksudasi, oedema, pelepasan neuroepitel dan pelepasan epitel pigmen.

  Ini adalah penyebab utama gangguan penglihatan sentral yang tidak dapat disembuhkan pada orang berusia di atas 50 tahun di negara-negara Barat.

  Struktur mata dapat secara sederhana dianggap sebagai kamera, dengan retina yang setara dengan bagian film, yang bertindak sebagai sensor cahaya. Makula adalah struktur khusus yang terletak di tengah kutub posterior retina dengan diameter sekitar 1,5 mm. Makula adalah bagian paling akut dan kritis dari penglihatan manusia dan fungsinya terutama: penglihatan halus, penglihatan warna, termasuk menonton TV dan membaca koran. Setelah makula rusak, penglihatan akan rusak parah, dengan visus sebagian besar di bawah 0,3.

  Apa sajakah faktor risikonya?

  1.Usia: Semakin tua usia, semakin tinggi kejadiannya, dan usia di atas 50 tahun adalah tingkat populasi yang tinggi.

  2 . Jenis Kelamin: Pada umumnya, wanita memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar daripada pria.

  3. Riwayat kesehatan: Riwayat hipertensi dan penyakit jantung.

  4 . Riwayat keluarga

  5, Pigmentasi iris ringan, kristal yang terlalu jernih, tidak ada kristal, dll.

  6, Merokok, sering terpapar cahaya biru dan cahaya terang.

  7. Kekurangan karotenoid.

  Apa sajakah manifestasinya?

  Pada tahap awal, sering kali tidak ada sensasi dan pemeriksaan fundus oleh dokter menunjukkan adanya kutil vitreus pada makula. Seiring dengan perkembangan penyakit, dapat terjadi perubahan seperti eksudasi, perdarahan, dan jaringan parut pada makula, yang pada saat itu penglihatan pasien menurun secara tajam dan muncul gejala-gejala seperti penglihatan sentral yang kabur dan penglihatan yang menyimpang. Jika terjadi perdarahan yang parah, hal ini dapat menyebabkan penumpukan darah yang banyak di rongga vitreus atau subretina dan kehilangan penglihatan total.

  Tes apa saja yang diperlukan?

  1. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan pemeriksaan fundus dilatasi;

  2 . Pemeriksaan tabel Amsler: Ini mungkin menunjukkan bintik gelap di tengah atau distorsi kotak.

  3 . Pemeriksaan OCT: Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi neovaskularisasi dan lokasi perdarahan.

  4. Angiografi fluoresensi fundus dan angiografi fluoresensi koroid.

  Bagaimana cara mencegahnya? Antioksidan mungkin memiliki peran penting dalam pencegahan degenerasi makula yang berkaitan dengan usia. Suplementasi lutein, seng, vitamin C, vitamin E, dan karotenoid yang tepat sangat dianjurkan.

  Selain itu, berhentilah merokok, makan makanan rendah lemak, makan lebih banyak ikan, kenakan topi dan kacamata hitam saat Anda keluar untuk mengurangi kerusakan pada mata Anda, dll.

  Bagaimana penanganan degenerasi makula basah yang berkaitan dengan usia?

  Injeksi ralizumab (Lucentis) ke dalam rongga vitreous, pengobatan PDT (terapi fotodinamik) atau kombinasi pengobatan.