Eksotropia intermiten adalah jenis strabismus transisi antara eksotropia dan eksotropia permanen. Karena otak kehilangan kendali seiring bertambahnya usia, akhirnya otak kehilangan kemampuannya untuk mengimbangi dan menjadi eksotropia yang konstan. Ciri khas dari kondisi ini adalah sifat eksotropia yang intermiten dan kecenderungan untuk menyipitkan mata dalam cahaya luar ruangan yang terang. Tidak seperti emmetropia, hal ini tidak disadari sendiri dan hanya terjadi apabila pikiran lalai, linglung atau lelah. Tidak ada hubungan spesifik dengan kelainan refraksi dan tidak ada atau sedikit ambliopia. Pengobatan terutama melalui pembedahan. Di masa lalu, beberapa ahli telah menganjurkan penggunaan pelatihan penyatuan untuk mengontrol eksotropia intermiten untuk menghindari rasa sakit akibat pembedahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pelatihan penyatuan mungkin memiliki efek sementara, tetapi tidak dapat mengoreksi posisi mata dan hanya boleh digunakan sebagai pengobatan tambahan, bukan sebagai pengganti operasi. Khususnya, harus berhati-hati agar tidak menunda pembedahan karena pelatihan. Khususnya, latihan perakitan tidak boleh dilakukan sebelum pembedahan, karena jika tidak, kemungkinan akan terjadi koreksi berlebihan pada posisi mata. Pembedahan sebelum monovision terganggu pada kedua mata Pembedahan adalah pengobatan yang lebih disukai untuk eksotropia intermiten, tetapi waktu pembedahan harus mempertimbangkan ukuran strabismus, frekuensi dan durasi strabismus dominan, serta usia dan status fusi pasien. Jika diagnosis eksotropia intermiten telah dikonfirmasi, fungsi monokular kedua mata harus diperiksa secara teratur. Pembedahan harus dilakukan sedini mungkin sebelum strabismus dominan berkembang dan sebelum terjadi kehilangan total fungsi monokular pada kedua mata. Hasil terbaik dicapai pada usia 4 hingga 6 tahun.