Disfungsi kandung kemih mungkin terkait dengan pengaruh obat-obatan, atau mungkin disebabkan oleh penyakit seperti multiple sclerosis dan neuropati perifer diabetes. 1. Pengaruh obat-obatan: Jika penggunaan jangka panjang atau overdosis obat-obatan seperti obat antihipertensi dan obat anti-alergi, sampai batas tertentu, akan mempengaruhi sistem saraf pusat dan jaringan otot polos pembuluh darah, dan kemudian menyebabkan disfungsi kandung kemih. 2. Sklerosis multipel: penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, mungkin terkait dengan infeksi virus, respon autoimun, genetik, lingkungan dan faktor lainnya. Karena multiple sclerosis akan disertai dengan disfungsi neurologisnya sendiri, maka pasien mengalami disfungsi kandung kemih, yang dapat dimanifestasikan sebagai sering buang air kecil, inkontinensia urin, dan sebagainya. 3. Neuropati perifer diabetes: penyakit ini merupakan komplikasi umum dari diabetes melitus, penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini terutama terkait dengan glukosa darah yang berlebihan yang disebabkan oleh mikroangiopati, gangguan metabolisme, cedera radang saraf, dan alasan lainnya. Neuropati perifer diabetik mudah melibatkan sistem genitourinari, sehingga pasien akan mengalami urgensi berkemih, peningkatan nokturia, kesulitan berkemih, berkemih yang tidak tuntas, dan manifestasi disfungsi kandung kemih lainnya. Selain itu, disfungsi kandung kemih juga dapat disebabkan oleh alasan lain seperti tumor kranial, penyakit cakram intervertebralis, lesi sumsum tulang belakang, kecanduan alkohol, dan sebagainya. Ketika disfungsi kandung kemih terjadi, pasien harus pergi ke rumah sakit secara teratur untuk konsultasi dan perawatan setelah mengklarifikasi penyebab spesifiknya.