1. Olahraga yang tepat. Latihan metabolisme aerobik adalah jembatan menuju kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Latihan yang kompetitif atau eksplosif, seperti angkat beban, akan meningkatkan tekanan darah, sedangkan latihan metabolisme aerobik ringan dan sedang yang bertujuan untuk membangun daya tahan tubuh tidak akan meningkatkan tekanan darah, melainkan memfasilitasi penurunannya. Latihan-latihan ini adalah yang pertama jalan cepat, tetapi juga dapat memilih jogging, berenang, bersepeda, lompat tali, mendaki gunung dan sebagainya. Lansia dapat memilih berjalan kaki, tai chi dan aktivitas lainnya untuk mengatur kesehatan mereka. 2, jumlah olahraga yang sesuai. Olahraga sedang berarti detak jantung saat berolahraga mencapai (170-an) detak/menit. Sebagai contoh, detak jantung saat berolahraga pada usia 65 tahun = 170-65 = 105 detak/menit. Bersiaplah sebelum berolahraga dan luangkan waktu 10 menit untuk bersantai setelah berolahraga. Jumlah olahraga dan waktu olahraga yang spesifik harus mengikuti panduan dokter. 3, tempat yang cocok untuk berolahraga. Tinju kutub untuk memilih taman yang tenang, bersih, halaman atau ruang tamu bisa; berlari, bersepeda dan kegiatan lain untuk memilih jalan datar, lingkungan udara segar, hindari lingkungan yang bising dan berbahaya, seperti tempat latihan tari kelompok, tebing curam dan sebagainya. 4, Tindakan Pencegahan. (1) Lakukan kegiatan persiapan sebelum berolahraga, sekitar 5 menit. Meregangkan anggota badan, senam sederhana atau berjalan kaki dapat membantu otot dan persendian melakukan aktivitas persiapan. (2) Setelah 20-30 menit berolahraga terus menerus, ulangi kegiatan persiapan selama 5-10 menit agar tubuh berangsur-angsur kembali normal. (3) Jangan bergerak terlalu keras saat berolahraga dan jangan melakukan perubahan mendadak.