Rejimen ovulasi antagonis umumnya memakan waktu sekitar 12 hari, dan waktu yang tepat sebenarnya tergantung pada sensitivitas individu terhadap obat tersebut.
Rejimen antagonis juga merupakan jenis rejimen ovulasi yang menggunakan antagonis hormon pelepas gonadotropin analog (GnRH) untuk menghambat hormon luteinisasi dini. Rejimen antagonis dapat digunakan pada pasien dengan fungsi ovarium yang relatif buruk, usia lanjut, sindrom ovarium polikistik, dan respons ovarium yang buruk.
Jumlah hari induksi ovulasi tergantung pada perkembangan folikel, dan umumnya rejimen antagonis membutuhkan sekitar 12 hari induksi ovulasi.
Regimen antagonis dimulai dengan antagonis GnRH ketika folikel tumbuh dengan diameter 12 mm atau lebih setelah lulus tes pada hari ke-3 periode menstruasi, dan chorionic gonadotropin diberikan hingga folikel berdiameter lebih besar dari 18 mm, dan pertumbuhan folikel perlu dipantau secara teratur selama perawatan induksi ovulasi.
Terapi induksi ovulasi harus dilakukan di rumah sakit biasa setelah pemeriksaan oleh dokter. Penggunaan obat-obatan di atas harus sesuai dengan saran medis.