Mata pasien terasa silau dan robek, yang mungkin disebabkan oleh penggunaan mata yang berlebihan, keratitis, konjungtivitis, dan faktor lainnya. 1. Penggunaan mata yang berlebihan: Jika pasien begadang dalam waktu yang lama atau membaca buku atau bermain ponsel dalam waktu yang lama, sehingga mengakibatkan penggunaan mata yang berlebihan, mata tidak mendapatkan istirahat yang baik, yang dapat menyebabkan kelelahan visual, dan pasien dapat mengalami ketidaknyamanan seperti fotofobia dan mata berair. 2. Keratitis: Kornea berada di bagian depan mata, dipersarafi oleh saraf trigeminal, yang relatif sensitif terhadap sensasi, jika dirangsang oleh peradangan, dapat menyebabkan gejala perih yang jelas saat pasien melihat cahaya, dan dapat disertai dengan gejala ketidaknyamanan, seperti robek. 3. Konjungtivitis: Jaringan konjungtiva biasanya menutupi permukaan bola mata putih dan permukaan bagian dalam kelopak mata, jika dirangsang oleh peradangan, dapat menyebabkan pasien mengalami sensasi benda asing di mata, sensasi terbakar, peningkatan sekresi dan gejala tidak nyaman lainnya, dan jika lesi melibatkan kornea, dapat muncul fotofobia, robekan dan gejala lainnya. Disarankan agar pasien dengan fotofobia dan robekan yang signifikan harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk menilai kondisinya dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.