Diagnosis ketegangan simpatis yang tinggi

  Hiperhidrosis adalah suatu kondisi di mana saraf simpatik terlalu bersemangat atau sangat tertekan, sehingga menyebabkan produksi keringat yang berlebihan. Dalam keadaan normal, saraf simpatik mengatur suhu tubuh dengan mengendalikan keringat dan pembuangan panas, tetapi pada pasien hiperhidrosis, keringat dan kemerahan pada wajah sama sekali tidak terkendali. Penyebabnya secara garis besar dibagi menjadi tiga kategori: yang pertama adalah karena penyakit sistemik, yang kedua adalah keringat psikogenik, dan yang ketiga adalah keringat gustatory, yang merupakan fenomena fisiologis lainnya.  Hiperhidrosis akibat ketegangan simpatik yang tinggi adalah keringat berlebihan pada kulit. Hal ini sebagian besar terkait dengan faktor mental seperti stres, rasa takut, cemas dan marah. Ini terjadi pada telapak tangan, telapak kaki, dahi, ketiak dan vulva. Dalam kasus ringan, kulit hanya lembab dan lengket; dalam kasus yang parah, keringat menetes dalam bentuk tetesan, terutama ketika secara emosional bersemangat. Banyak pasien yang mengalami tangan dan kaki yang dingin dan basah, dan kulit pada telapak tangan dan telapak kaki memar. Ketika telapak kaki berkeringat, kulit diresapi dengan warna putih dan jari-jari kaki terkikis, yang dapat menyebabkan infeksi mikotik. Selain itu, penguraian keringat sering menghasilkan bau busuk.  Hiperhidrosis akibat ketegangan simpatik yang tinggi disebabkan oleh produksi kelenjar keringat kecil yang berlebihan dan ditandai dengan keringat berlebihan yang abnormal di seluruh tubuh atau secara lokal. Hiperhidrosis dibagi menjadi hiperhidrosis lokal dan hiperhidrosis umum. Hiperhidrosis terlokalisasi, yang paling sering dimulai pada masa remaja dan sebagian memiliki riwayat keluarga, dapat berlangsung selama beberapa tahun, tetapi ada kecenderungan alami untuk berkurang setelah usia 25 tahun. Area yang paling umum adalah permukaan palmoplantar dan gesekan, seperti ketiak, selangkangan dan perineum. Ini diikuti oleh dahi, ujung hidung dan dada. Keringat palmar-plantar bisa bersifat persisten atau sementara, yang disebabkan oleh perubahan suasana hati, tanpa perbedaan musim, dan sering dikaitkan dengan menggigil atau bahkan sianosis pada tangan dan kaki, yang bisa disertai keratosis seiring waktu. Keringat aksila dapat dipicu oleh panas atau aktivitas mental. Hiperhidrosis aksila disebabkan oleh aktivitas kelenjar keringat kecil yang berlebihan, tidak seperti bau ketiak, yang terutama disebabkan oleh kelenjar keringat, dan hiperhidrosis umum, yang terutama disebabkan oleh penyakit sistemik.