Spastisitas adalah sindrom tonus otot yang tinggi secara tidak normal setelah kerusakan pada sistem saraf pusat. Ini adalah disfungsi motorik yang ditandai dengan hipereksitabilitas yang bergantung pada kecepatan refleks detrusor tonik akibat peningkatan rangsangan refleks detrusor. Sifat spastisitas yang bergantung pada kecepatan berarti bahwa peningkatan kecepatan peregangan otot disertai dengan peningkatan derajat kejang otot. Spastisitas dapat terjadi setelah kerusakan pada sistem saraf pusat. Namun, secara klinis spastisitas paling sering terlihat pada stroke, cedera saraf tulang belakang, lesi saraf tulang belakang, cerebral palsy, dan multiple sclerosis. Spastisitas adalah keadaan patofisiologis. Efeknya pada pasien meliputi: 1. peningkatan resistensi terhadap gerakan, sehingga sulit untuk menyelesaikan gerakan acak; 2. gerakan yang lamban dan sulit dikendalikan karena peningkatan resistensi, sehingga sulit untuk menyelesaikan gerakan yang rumit; 3. kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan karena tidak responsif, sehingga mudah terjatuh; 4. tonik spastisitas, tidak nyaman untuk dirawat dan rentan terhadap komplikasi seperti luka tekan; 5. berdampak pada gaya berjalan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.