Apa yang harus saya lakukan jika saya memiliki tumor di kelenjar parotis?

Kelenjar parotis adalah kelenjar ludah terbesar di dalam mulut dan melakukan fungsi penting untuk mengeluarkan air liur. Tumor ganas pada kelenjar parotis kurang dari 20%. Jenis patologis tumor parotis sangat kompleks dan bervariasi, di antaranya yang jinak adalah “adenoma pleomorfik”, yang oleh sebagian orang disebut juga “tumor campuran”, dan yang ganas adalah karsinoma mirip epidermis mukin dan karsinoma kistik adenoid. Tumor parotis harus dideteksi dan diobati sejak dini, karena tumor jinak sekalipun akan terus tumbuh dan membesar dalam jangka waktu yang lama tanpa pengobatan, yang dapat menimbulkan efek yang tidak dapat dipulihkan dan bahkan menjadi ganas. Sebagian besar tidak disertai rasa sakit dan kelumpuhan wajah. Secara umum, tumor tumbuh secara perlahan, dan mudah digerakkan pada tahap awal, tetapi pada tahap akhir, tumor dapat melekat pada jaringan di sekitarnya. Jika tumor tiba-tiba tumbuh lebih cepat, nyeri lokal dan mati rasa, atau bahkan ekspresi wajah yang tidak terkendali (disebut “kelumpuhan wajah”), kemungkinan keganasan tumor harus dipertimbangkan. Penanganan tumor parotis sebagian besar dilakukan melalui pembedahan, dan pembedahan tumor parotis telah mengalami evolusi dari enukleasi tumor dini, lumpektomi dan lobektomi dangkal kelenjar parotis, serta lumpektomi dan eksisi kelenjar regional. Hal ini telah menghasilkan pelestarian fungsi kelenjar dan morfologi wajah yang lebih baik, dan hasil jangka panjangnya telah terbukti dengan baik. Salah satu masalah yang paling penting dalam operasi parotis adalah pilihan saraf wajah. Pada kebanyakan kasus, saraf wajah dibedah dan diawetkan untuk mempertahankan fungsi dan bentuk wajah yang normal. Tumor jinak dapat disembuhkan dengan pembedahan saja, sedangkan tumor ganas dapat diobati dengan radioterapi tambahan dan kemoterapi sistemik, selain pembedahan.