Kanker mulut diklasifikasikan menjadi kanker lidah, pipi, gusi, bibir, dasar mulut dan langit-langit mulut tergantung pada lokasi terjadinya, dengan kanker lidah menjadi yang paling umum. Kanker mulut umumnya terlihat pada orang paruh baya dan lanjut usia, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, tetapi peningkatan yang signifikan dalam insiden pada wanita telah dilaporkan baru-baru ini. Menurut para ahli, kanker mulut adalah proses patologis kronis yang membutuhkan proses prakanker dalam jangka waktu lama sebelum memasuki lesi kanker yang khas atau jelas. Kanker mulut sebagian besar ditemukan di bagian mulut yang dangkal, yang mudah didiagnosis lebih awal dan diobati tepat waktu. Para ahli mengatakan bahwa untuk mencegah kanker mulut, pertama-tama, kita harus menghilangkan faktor penyebab kanker, seperti perawatan dini gigi yang sakit, terutama sisa akar, sisa mahkota, gigi yang tidak sejajar dan ujung tajam gigi yang bergemeretak, dan pencabutan gigi palsu parsial atau penuh yang tidak sesuai; pada saat yang sama, kita harus memperhatikan kebersihan mulut, tidak makan makanan yang terlalu panas dan merangsang, dan berhenti dari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol untuk menghindari seringnya terjadi kerusakan pada mukosa mulut. Kedua, lesi pra-kanker harus segera diobati. Pada saat yang sama, pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk deteksi dini. Pemeriksaan rutin di Klinik Tumor Kepala dan Leher Mulut dan Maksilofasial direkomendasikan untuk diagnosis tepat waktu dan pengobatan dini. Dibandingkan dengan tumor di bagian tubuh lainnya, kanker mulut memiliki efek pengobatan yang lebih baik. Pasien dengan kanker mulut yang terdeteksi dini dan diobati lebih awal dapat disembuhkan secara total, dan pasien harus memiliki kepercayaan diri terhadap efek pengobatan.