Obat tuberkulosis dapat menyebabkan gatal pada kulit, biasanya ketika alergi obat berkembang. Namun, rasa gatal juga dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan penyakit lainnya. Obat anti-tuberkulosis lebih banyak terdapat di klinik, seperti isoniazid, rifampisin, streptomisin, pirazinamid, etambutol, dan sebagainya. Obat yang berbeda akan memiliki reaksi samping yang berbeda pula, bila terjadi gatal-gatal pada kulit setelah penggunaan obat anti-tuberkulosis, kemungkinan besar merupakan alergi terhadap obat tersebut, sehingga menimbulkan gejala, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apakah perlu mengganti obat. Selain alergi obat, ada kemungkinan juga cuaca kering, rangsangan keringat, gigitan nyamuk, gesekan pakaian, makan makanan penyebab alergi dan alasan lainnya, sehingga pasien muncul gejala kulit gatal, atau pasien dipersulit oleh beberapa penyakit kulit yang disebabkan oleh gejala kulit gatal, seperti dermatitis, eksim dan lain sebagainya. Disarankan bahwa ketika gejala gatal parah, pasien harus memberi tahu dokter tepat waktu untuk mengetahui penyebabnya dan kemudian melakukan perawatan yang sesuai.