Apa yang dimaksud dengan subluksasi tendon peroneal?

  Tendon peroneal panjang dan pendek terletak di sisi lateral betis dan berjalan tepat di posterior pergelangan kaki eksternal dan sangat penting untuk fungsi fleksi palmar dan rotasi eksternal kaki. Subluksasi tendon peroneal adalah keadaan di mana tendon keluar dari posisi anatomi normalnya dan memantul kembali secara tidak teratur ke tempatnya. Untuk lebih memahami subluksasi tendon peroneal, perlu meninjau struktur anatomi yang relevan.  Tendon peroneal panjang dan pendek adalah struktur penyangga pergelangan kaki lateral yang paling penting. Tendon-tendon ini terletak pada aspek lateral fibula dan berakhir di kaki melalui aspek posterior pergelangan kaki bagian luar. Di posterior pergelangan kaki bagian luar, tendon terletak pada alur yang sedikit tertekan dan dikelilingi oleh selubung. Lapisan superfisial selubung membentuk pita penyangga untuk meningkatkan fiksasi tendon.  Ada banyak penyebab subluksasi tendon peroneal, beberapa pasien memiliki kelainan perkembangan anatomi bawaan yang mengakibatkan sulkus dangkal pada aspek posterior pergelangan kaki bagian luar, pita penopang yang longgar, pita penopang yang sempit, atau tidak adanya pita penopang. Namun demikian, penyebab paling umum dari subluksasi tendon peroneal masih berupa keseleo pergelangan kaki.  Pasien dengan subluksasi tendon peroneal sering kali mengalami: 1) nyeri dan tekanan di sekitar tendon, 2) sensasi letupan tendon yang terlokalisasi, 3) ketidakstabilan pergelangan kaki, 4) pembengkakan, dan 5) selip ektopik yang signifikan pada tendon.  Untuk mendiagnosis subluksasi tendon peroneal, diperlukan kombinasi pemeriksaan fisik dan studi benturan. Sinar-X dan MRI dapat membantu memastikan diagnosis dan menyingkirkan patologi lainnya. Pengujian stres pada kaki dalam dorsofleksi dan rotasi eksternal diperlukan untuk mendiagnosis subluksasi tendon peroneal.  Penanganan subluksasi tendon peroneal dibagi menjadi penanganan konservatif dan bedah. Penanganan konservatif meliputi pengereman, pengobatan, fisioterapi dan bracing khusus. Namun demikian, pada pasien dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi, pengobatan konservatif kurang efektif dan subluksasi yang persisten akan mengakibatkan pecahnya tendon. Perawatan bedah lebih sesuai untuk pasien-pasien ini dengan kebutuhan mobilitas tinggi. Penanganan bedah meliputi perbaikan pita penyangga tendon, merekonstruksi alur yang menahan tendon pada sisi posterior fibula atau merekonstruksi beberapa struktur penghalang tulang.