Gejala umum tetanus meliputi sakit kepala dan kesulitan membuka mulut, kram otot, kesulitan bernapas, dan demam tinggi. 1. Sakit kepala dan kesulitan membuka mulut: Pada tahap awal, tetanus dapat menyebabkan sakit kepala dan kesulitan membuka mulut, serta kesulitan menelan dan kekakuan pada bahu dan leher. Kesulitan membuka mulut dan menelan disebabkan oleh kejang pada otot-otot menggigit dan leher, yang dapat menimbulkan “senyum pahit” yang khas. 2. Kejang otot: Ketika penyakit ini berkembang lebih lanjut dan racun menyebar secara bertahap, akan terjadi kejang otot di leher, tungkai, perut, dan punggung, yang dapat ditandai dengan ekspresi khas “bergelombang”. Ada juga rasa sakit yang parah. Kejang sering kali disebabkan oleh suara bising dan cahaya. 3. Kesulitan bernapas: disebabkan oleh kejang otot, pada kasus yang parah, bisa terjadi sesak napas. 4. Demam tinggi: Tetanus dapat menyebabkan demam tinggi, disertai dengan berkeringat dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, antitoksin tetanus harus disuntikkan secara rutin untuk mencegah tetanus setelah riwayat trauma. Jika salah satu gejala di atas terjadi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan melakukan perawatan aktif di bawah bimbingan dokter.