Tembakau merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling serius di dunia dan pengendalian tembakau telah menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit. Tiongkok saat ini merupakan konsumen dan korban tembakau terbesar di dunia, dengan lebih dari 300 juta perokok dan 740 juta non-perokok lainnya yang menderita akibat bahaya perokok pasif. Jumlah kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok melebihi satu juta setiap tahunnya, sebuah angka yang mengejutkan. Pengetahuan masyarakat umum tentang bahaya merokok sering kali terfokus pada paru-paru dan jantung. Contohnya termasuk kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit jantung koroner, dan aterosklerosis. Namun, tahukah Anda bahwa ada hubungan yang kuat antara merokok dan osteoporosis? Banyak perokok yang mengonsumsi suplemen kalsium tanpa berhenti, dan banyak wanita yang terpapar asap rokok mengonsumsi suplemen kalsium setiap hari namun kurang berhasil. Jadi, apa hubungan antara tembakau dan osteoporosis? Pertama, osteoporosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan kepadatan dan kualitas tulang, kerusakan struktur mikro tulang dan peningkatan kerapuhan tulang. Osteoporosis dibagi lagi menjadi tiga jenis: osteoporosis pascamenopause, osteoporosis yang berkaitan dengan usia, dan osteoporosis idiopatik. Osteoporosis pascamenopause umumnya terjadi dalam waktu 5-10 tahun setelah menopause; osteoporosis pikun umumnya mengacu pada osteoporosis yang terjadi pada lansia setelah usia 70 tahun; dan osteoporosis idiopatik umumnya terjadi pada remaja, yang penyebabnya masih belum diketahui. Di Cina, osteoporosis terjadi pada usia yang lebih dini dari yang diperkirakan orang, bahkan sejak usia 20 atau 30 tahun. Efek tembakau pada kepadatan tulang terutama disebabkan oleh nikotin dalam tembakau, yang memengaruhi penyerapan kalsium, dan nikotin, yang menghambat osteoblas dan menstimulasi aktivitas osteoklas, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan osteoporosis. Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin lama Anda merokok, semakin parah pengeroposan tulang dan semakin parah pula osteoporosisnya. Dalam sebuah penelitian di Korea, wanita pascamenopause yang tidak pernah merokok memiliki korelasi positif antara tingkat osteoporosis dan paparan asap rokok. Jadi, baik perokok maupun mereka yang terpapar asap rokok harus mengambil langkah-langkah jika mereka mengalami gejala osteoporosis atau jika tes menunjukkan adanya penurunan kepadatan, yang terpenting adalah berhenti merokok dan menjauhi paparan asap rokok.