Apakah yang dimaksud dengan lesi “jantung ganda”? Penyakit kardiovaskular adalah penyakit global yang menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia, dan insiden penyakit kardiovaskular meningkat seiring bertambahnya usia di Tiongkok dan meningkatnya standar hidup masyarakat. Kunci dari penyakit kardiovaskular adalah pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ini, jadi bagaimana cara kita melakukan pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ini secara ilmiah? Selain pengobatan yang tepat, pengaturan pola makan dan gaya hidup yang baik, pasien juga harus menjaga jantung mereka dengan menjaga kesehatan pikiran untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan menunda perkembangannya. Bagaimana lesi jantung “ganda” terjadi? Konsep merawat jantung dengan jantung didasarkan pada landasan teori modern “pengobatan bikardial”. “Pengobatan bikardial” adalah disiplin ilmu baru yang mengintegrasikan perpaduan antara pengobatan kardiovaskular dan psikologis, yang mengacu pada penyakit kardiovaskular dan penyakit psikologis. Hal ini menekankan bahwa ketika pasien menderita penyakit kardiovaskular fisik, mereka juga harus memperhatikan masalah psikososial mereka dan mencapai intervensi multi-tingkat dan multi-segi untuk pasien. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit kardiovaskular sering kali menderita kombinasi gangguan psikososial karena kurangnya pemahaman tentang penyakitnya, kekhawatiran tentang kualitas pengobatan dan stres psikologis yang berlebihan. Sebagai contoh, dalam praktik klinis, kami sering menemukan bahwa ada pasien yang tidak memiliki lesi organik yang sangat serius pada jantung, tetapi memiliki gejala klinis yang parah; kemudian ada pasien yang memang memiliki penyakit kardiovaskular, tetapi setelah pengobatan atau prosedur intervensi, pengurangan gejala tidak signifikan dan secara serius mempengaruhi kualitas hidup mereka. Situasi seperti ini sering kali disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yang menghasilkan gangguan psikosomatis yang berasal dari medis, dan pada gilirannya masalah psikosomatis yang tidak normal tersebut berkontribusi terhadap perburukan atau memburuknya penyakit somatik seperti penyakit jantung. Keduanya saling berinteraksi satu sama lain, yang pada akhirnya mengarah ke lingkaran setan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, dalam proses pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular, pasien harus memperhatikan kesehatan mental dan psikologis mereka dan mencegah masalah mental dan psikologis yang tidak normal: pertama, pasien harus memiliki pemahaman yang benar tentang penyakit kardiovaskular dan tidak terlalu mengkhawatirkannya; kemudian pasien harus menjunjung tinggi sikap optimis terhadap prognosis penyakit kardiovaskular. Pasien harus memiliki sikap optimis terhadap prognosis penyakit kardiovaskular dan menghilangkan beban psikologis; mereka juga harus menjaga kepercayaan pada staf medis dan kualitas perawatan untuk menghilangkan kecemasan mereka. Pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan harmonis terhadap tubuh dan pikiran. Penting untuk membangun kesehatan di dalam hati dan pikiran, dan merawat jantung dengan “hati”.