Osteoartritis, juga dikenal sebagai osteoartritis degeneratif, adalah penyakit sendi yang paling umum, terutama pada orang tua, dan menempatkan beban berat pada masyarakat; prevalensi osteoartritis pada orang berusia di atas 65 tahun bisa lebih dari 50%, dan pada orang berusia di atas 75 tahun, angkanya bisa mencapai sekitar 85%. Dengan percepatan penuaan di dunia dan masyarakat kita, osteoartritis telah menjadi topik yang semakin penting untuk menjadi perhatian para dokter dan pasien serta masyarakat luas. Apa itu osteoartritis? Dalam istilah awam, osteoartritis adalah bentuk penuaan sendi. Sama seperti gigi yang rontok dan rambut yang berubah menjadi abu-abu seiring dengan bertambahnya usia, demikian juga sendi-sendi yang mengalami degenerasi seiring dengan bertambahnya usia. Degenerasi ini terutama ditandai oleh kerusakan dan keausan tulang rawan pada persendian, yang pada gilirannya menyebabkan pertumbuhan tulang (osteofit) dan pengerasan. Permukaan sendi yang normal ditutupi dengan lapisan tulang rawan, yang secara bertahap memburuk, aus atau bahkan menghilang seiring dengan bertambahnya usia, dan hal ini tercermin pada sinar-X sebagai penyempitan ruang sendi, pertumbuhan tulang dan pengerasan tulang. Apa yang harus saya lakukan jika saya menderita osteoartritis? Untuk pasien dengan osteoartritis tahap awal hingga pertengahan, sambil mempertahankan berat badan yang sesuai, memodifikasi gaya hidup, berolahraga dan berolahraga, perawatan yang berbeda dapat diberikan tergantung pada kondisinya: obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakit jika rasa sakit terlihat jelas; sejumlah kecil hormon intra-artikular dapat diberikan untuk meredakan gejala jika sendi bengkak dan dalam tahap akut. Selain itu, glukosamin mungkin memiliki efek perlindungan pada tulang rawan dan mungkin memiliki efek perlambatan pada perkembangan osteoartritis. Suntikan natrium glutamat intra-artikular mungkin memiliki efek pelumasan pada sendi dan dapat digunakan secara selektif pada pasien dengan osteoartritis lutut. Debridemen artroskopi merupakan pilihan bagi pasien dengan kerusakan intra-artikular free body atau meniscal dan gejala yang signifikan sebagai akibatnya. Pada pasien dengan osteoartritis lanjut, di mana rasa sakit atau deformitasnya parah dan tidak berkurang dengan pengobatan konservatif, artroplasti artifisial dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau memperbaiki deformitas dan membangun kembali fungsi sendi. Haruskah saya membatasi aktivitas saya jika saya menderita osteoartritis? Sebagian orang percaya bahwa karena osteoartritis adalah penyakit keausan jangka panjang, mereka harus seaktif mungkin, bahkan berjalan kaki, terutama jika mereka memiliki persendian yang menyakitkan. Ini sebenarnya tidak benar. Pasien dengan osteoartritis harus didorong untuk aktif secara fisik, kecuali jika mereka berada dalam fase akut osteoartritis dan memiliki sendi bengkak yang memerlukan aktivitas terbatas. Olahraga tidak hanya mencegah atrofi otot dan memperlambat perkembangan degenerasi sendi, tetapi yang lebih penting lagi, olahraga juga memiliki efek pencegahan pada “three highs” (hipertensi, hiperlipidemia dan hiperglikemia) dan penyakit terkait usia lainnya seperti penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Tips Latihan Osteoartritis: Hidup adalah tentang olahraga. Pasien dengan osteoartritis perlu menghindari latihan menahan beban dengan intensitas tinggi, tetapi juga memerlukan sejumlah aktivitas tertentu. Latihan apa yang baik untuk osteoartritis? Yang mana yang berbahaya? Latihan yang bermanfaat: 1) Latihan rentang gerak sendi: Ini mengacu pada latihan harian yang melibatkan menggerakkan sendi ke berbagai arah dan mencoba menahannya sejauh mungkin dan menggerakkannya hingga batas maksimumnya. Hal ini sangat penting dan aktivitas sehari-hari tidak dapat menggantikan latihan rentang gerak sendi. Tentu saja, jika ada rasa nyeri dan bengkak pada sendi, diperlukan latihan yang lembut sejauh rasa nyeri dapat ditoleransi. 2) Latihan otot: Otot-otot yang kuat dan bertenaga menjaga kestabilan sendi dan membuat gerakan lebih nyaman. 3) Latihan daya tahan: Latihan daya tahan tidak hanya baik untuk persendian, tetapi yang lebih penting lagi untuk jantung dan paru-paru, serta memperbaiki kondisi mental. Berjalan kaki, olahraga air dan bersepeda adalah yang paling umum dari berbagai program latihan ketahanan. Berjalan kaki adalah bentuk latihan yang ideal bagi penderita osteoartritis dan harus didorong tanpa keadaan khusus, kecuali dalam kasus penyakit pinggul, lutut dan pergelangan kaki yang parah dan ketidakstabilan sendi. sepeda, juga merupakan cara yang baik untuk berolahraga tanpa terlalu membebani persendian tungkai bawah. (1) Mendaki bukit dan tangga: Mendaki bukit dan tangga memberikan banyak tekanan pada patela di bagian depan lutut, terutama menuruni bukit atau tangga, yang dua hingga tiga kali lebih menegangkan daripada mendaki ke atas. Oleh karena itu, bagi pasien osteoartritis lutut, mendaki bukit dan tangga harus dihindari sebisa mungkin. (2) Jongkok: Sebagian orang dengan osteoartritis ingin melatih kekuatan otot dan mobilitas sendi mereka dengan berjongkok, tetapi pada kenyataannya latihan ini, mirip dengan mendaki bukit dan tangga, juga merugikan lutut, terutama patela, dan dapat mempercepat keausan tulang rawan patela. 3) Membawa benda berat: Membawa atau menggendong benda berat dapat meningkatkan beban pada persendian.