Studi menunjukkan bahwa lebih dari 70% siswa sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri tidak mendapatkan tidur yang cukup, dan situasinya paling buruk terjadi di kalangan siswa sekolah menengah pertama dan atas. Penulis mengingatkan kita, bahwa kurang tidur tidak hanya membatasi perkembangan anak-anak dan remaja secara keseluruhan, tetapi juga dapat secara serius memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Seperti yang kita semua ketahui, tinggi badan tidak hanya ditentukan oleh genetika, tetapi juga oleh banyak faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan di kemudian hari. Kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon pertumbuhan yang paling penting untuk metabolisme pertumbuhan, dan sekresi hormon pertumbuhan hanya memuncak pada malam hari. Jika remaja begadang secara teratur, hal ini dapat menyebabkan sekresi hormon pertumbuhan yang lebih rendah. Kerugian ini tidak dapat dikompensasi dengan tidur tambahan di siang hari. Sebuah survei menunjukkan bahwa prevalensi dwarfisme di Tiongkok adalah 3% dan saat ini ada sekitar delapan juta pasien kerdil, sementara 70% orang tua tidak menyadari bahwa dwarfisme anak mereka mungkin disebabkan oleh suatu penyakit. Di satu sisi, anak-anak dengan dwarfisme harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang ditargetkan, dan di sisi lain, sangat penting untuk memastikan tidur, karena lebih banyak hormon pertumbuhan yang disekresikan pada malam hari daripada siang hari. Kekurangan waktu tidur yang normal tidak diragukan lagi akan mempengaruhi sekresi hormon pertumbuhan dan akhirnya menyebabkan anak tidak tumbuh lebih tinggi. Selain itu, tingkat stres akademis yang tinggi, terutama stres atau kegembiraan sebelum tidur, dan kurang tidur juga dapat memengaruhi tinggi badan. Selain pengobatan yang ditargetkan, pasien dengan perawakan pendek harus memastikan diet nutrisi yang memadai, olahraga ringan dan tidur yang cukup. “Protein (misalnya, susu, telur) adalah sumber energi untuk pertumbuhan sumsum tulang dan otot, serta mendorong sekresi hormon pertumbuhan, salah satu elemen paling penting dari pertumbuhan dan perkembangan.” Selain itu, latihan stres longitudinal juga “penting” untuk pertumbuhan, yang secara langsung mendorong sekresi hormon pertumbuhan, seperti skipping dan bola basket. Inilah sebabnya mengapa penulis mengingatkan para orang tua bahwa tidur yang cukup tidak boleh diabaikan sebagai jaminan yang efektif untuk pertumbuhan yang sukses. “Sekresi hormon pertumbuhan mencapai puncaknya sekitar satu jam setelah tubuh tertidur, dan tingkat sekresi hormon pertumbuhan di malam hari adalah tiga kali lipat dari siang hari, jadi orang tua disarankan untuk mendesak anak-anak mereka untuk tidur sedini mungkin. Seperti kata pepatah, “Anak yang bisa tidur akan tumbuh”.