Panduan latihan harian untuk penderita artritis

  Osteoartritis sendi lutut, yang terjadi pada orang tua, adalah penyakit sendi degeneratif dengan faktor penyebab yang kompleks. Sulit untuk secara efektif mengendalikan perkembangan penyakit dengan hanya mengandalkan pengobatan atau pembedahan. Hindari memanjat (naik atau turun tangga), hindari aktivitas apa pun yang memperburuk nyeri lutut, dan kurangi berat badan pada pasien yang kelebihan berat badan.  Panduan latihan Latihan yang tepat tidak hanya meredakan nyeri dan kekakuan lutut, tetapi juga meningkatkan mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup. Latihan yang cocok untuk pasien dengan osteoartritis lutut meliputi latihan penguatan, latihan aerobik dan latihan peregangan otot.  Latihan penguatan: Pasien dengan osteoartritis lutut sering memiliki kelemahan pada otot ekstensi lutut (paha depan), yang mengurangi perlindungan sendi lutut dan mempercepat perkembangan penyakit, sehingga sangat penting untuk melatih otot paha depan dengan cara-cara berikut: Metode 1: Pelatihan isometrik paha depan cocok untuk pasien dengan nyeri lutut yang parah atau reaksi inflamasi seperti kemerahan, bengkak, dan panas pada sendi lutut. Berbaring telentang dengan kaki lurus, kaitkan kaki Anda dan dekatkan bagian belakang lutut Anda ke tempat tidur, tahan selama beberapa detik dan kemudian rileks, ulangi sampai Anda merasa sedikit kelelahan, tingkatkan jumlah hari demi hari.  Metode 2: Latihan kekuatan isotonik Quadriceps untuk pasien kronis tanpa manifestasi lokal yang jelas dari peradangan pada sendi lutut. Pegang bola yang kurang menggembung (atau bantal empuk) di bagian dalam lutut dan jongkok perlahan-lahan dengan berat badan yang seimbang di kedua sisi. Dalam posisi jongkok yang ringan, perlahan-lahan kencangkan bola dan kemudian rileks, ulangi gerakan sampai ada kelelahan ringan di bagian depan paha bagian dalam, tingkatkan jumlah latihan dari hari ke hari.  Metode 3: Latihan otot resistensi progresif Quadriceps, cocok untuk pasien dengan osteoartritis lutut kronis yang tidak memiliki nyeri lutut yang parah. Duduklah di kursi dengan karung pasir yang cukup berat diikatkan di sekitar pergelangan kaki di sisi yang akan dilatih, cobalah untuk meluruskan lutut dan tahan selama beberapa detik dan kemudian perlahan-lahan turunkan, ulangi gerakan sampai ada kelelahan ringan di bagian depan paha, secara bertahap meningkatkan berat karung pasir dan jumlah latihan.  Latihan aerobik: Latihan aerobik biasanya didefinisikan sebagai latihan ketahanan intensitas rendah hingga sedang yang berlangsung lama. Ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, dll. sesuai dengan preferensi Anda. Prinsipnya adalah bahwa hal itu tidak menyebabkan atau memperburuk rasa sakit.  Latihan distraksi otot: Pasien dengan osteoartritis lutut sering kali memiliki rentang gerak yang terbatas dalam fleksi dan/atau ekstensi lutut. Hal ini bisa diobati dengan gangguan lokal dengan cara berikut ini  Cara 1: Dalam posisi tengkurap, dekatkan kaki bagian bawah ke pantat sampai bagian depan paha terasa tertarik kencang dan tidak ada rasa sakit → tahan selama 10-15 detik → rileks selama 10 detik → ulangi 10-20 kali.  Cara 2: Duduk di kursi, tekuk lutut secara aktif sampai batas maksimum → silangkan tangan dan pegang bagian depan betis dan tarik ke belakang secara perlahan dan kuat → sampai bagian depan lutut terasa tertarik kencang dan tidak ada rasa sakit → pertahankan selama 10-15 detik → rileks selama 10 detik → ulangi 10-20 kali.  2.Ketegangan otot paha bagian belakang Metode 1: Duduk di kursi dan luruskan satu kaki sampai Anda merasakan bagian belakang paha Anda tertarik kencang dan tidak ada rasa sakit → pertahankan selama 10-15 detik → rileks selama 10 detik → ulangi 10-20 kali.  Cara 2: Duduklah di kursi dengan kursi di depan Anda → sandarkan kaki bagian bawah Anda di kursi di depan Anda → luruskan lutut Anda secara sukarela → kemudian tekan tangan Anda secara perlahan dan kuat ke bawah pada paha Anda → sampai Anda merasakan pengetatan di bagian belakang paha Anda dan tidak ada rasa sakit → tahan selama 10-15 detik → rileks selama 10 detik → ulangi 10-20 kali.