Aorta abdomen adalah saluran suplai darah dan oksigen utama untuk organ dan jaringan abdomen, sehingga berdenyut secara teratur sebagai respons terhadap detak jantung. Namun, kemungkinan penyakit sistemik seperti polip rektum, tukak kolon dan kanker kandung kemih tidak dapat dikesampingkan, karena perubahan patologis pada jaringan perut lokal dapat menyebabkan kerusakan ulseratif. Kontraksi dan kejang otot polos pasien tidak hanya menyebabkan kebocoran darah terus menerus dan peningkatan kebutuhan oksigen, tetapi juga peningkatan amplitudo denyut aorta perut, yang sering kali disertai dengan sakit perut, kehilangan nafsu makan, tinja berdarah dan nanah.