Angin dingin di perut dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, dengan diare sebagai gejala utama. Penting untuk menjaga perut sehangat mungkin agar tidak kedinginan. Dingin di perut tidak hanya menyebabkan kejang pada usus, tetapi juga meningkatkan fungsi peristaltik usus. Dingin juga akan menyebabkan perkembangbiakan E. coli dan Bifidobacterium di dalam usus, yang mengakibatkan disbiosis pada flora usus, yang akan menyebabkan peradangan lokal dan diare serta sakit perut. Orang yang menderita diare setelah masuk angin dapat diobati dengan obat-obatan. Tes tinja rutin dan tes darah harus dilakukan untuk mengetahui agen penyebab infeksi, dan obat yang sensitif harus dipilih sesuai dengan agen penyebabnya. Untuk penderita diare yang parah, montelukast dapat diminum untuk mengatasi gejalanya.