Pencegahan dan pengenalan stroke

Stroke umumnya dikenal sebagai “stroke otak”, yang ditandai dengan lima ciri utama: morbiditas yang tinggi, mortalitas yang tinggi, kecacatan yang tinggi, tingkat kekambuhan yang tinggi, dan beban ekonomi yang tinggi, dan pencegahan yang efektif serta identifikasi yang tepat waktu adalah hal yang sangat penting. Memperbaiki gaya hidup dan secara aktif mengendalikan faktor risiko adalah cara yang paling efektif. Disarankan untuk melakukan diet rendah garam, rendah lemak dan rendah gula, meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran segar dan makanan berserat kasar, menjalani hidup yang teratur, meningkatkan aktivitas fisik secara tepat, serta berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol. Pengendalian berat badan, pemantauan dan pengobatan hipertensi, hiperlipidemia dan diabetes. Manajemen dan pengendalian faktor risiko yang terstandardisasi dapat secara efektif mencegah kekambuhan stroke. Pasien yang telah mengalami stroke perlu minum obat secara teratur untuk jangka waktu yang lama serta latihan rehabilitasi yang diperlukan di bawah bimbingan dokter, dan tidak boleh menghentikan atau mengurangi pengobatan tanpa izin. Pengenalan dini dapat mencakup gejala-gejala seperti distorsi wajah, kemampuan bicara yang buruk, gangguan gerakan anggota tubuh atau mati rasa, dll. Pada kasus yang parah, koma dapat terjadi. Setelah stroke terjadi, apa yang dapat dilakukan oleh pasien dan keluarganya? Segera hubungi nomor darurat 120. Sambil menunggu, usahakan untuk tidak menggerakkan pasien, mengukur tekanan darah, dan memiringkan kepala ke satu sisi untuk mencegah aspirasi. Setelah tiba di rumah sakit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan CT scan tengkorak dan otak, dan memutuskan langkah pengobatan selanjutnya sesuai dengan situasi. Jika ini adalah pendarahan otak, perlu dilihat lokasi dan jumlah pendarahan untuk melihat apakah ditangani secara konservatif oleh penyakit dalam atau pembedahan. Jika terjadi infark otak, perlu diputuskan apakah akan melakukan terapi trombolitik atau terapi intervensi.