Nikotin, komponen utama tembakau. Ini adalah cairan berminyak yang tidak berwarna, transparan, dan mudah menguap, larut dalam air dan pelarut organik, dengan reaksi basa yang kuat. Produk ini dapat diserap melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan kulit. Nikotin bersifat neurotoksik. Ini memiliki efek agonis pada reseptor kolinergik di saraf pusat dan perifer, yang mengakibatkan gejala seperti nikotinik. Dosis kecil menyebabkan eksitasi, dan kelumpuhan terjadi pada dosis besar. Memiliki efek iritasi pada kulit dan selaput lendir. Prinsip pengobatan: 1. Untuk keracunan oral, lakukan pemuntahan, lavage lambung, diare, dan minum arang aktif 50-100 g. 2. Untuk kontak dengan kulit, lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan basuh dengan air. 3. Untuk keracunan inhalasi, segera lepaskan diri dari lokasi keracunan, hirup udara segar, dan minum oksigen secepatnya. 4. Terapi simptomatik dan suportif: Pasang ventilator buatan pada mereka yang mengalami gagal napas secepatnya, lindungi otot jantung untuk mencegah terjadinya Sindrom Aspergers. 5. Terapi suportif: Berikan obat penenang pada mereka yang mengalami gagal napas secepatnya, dan berikan obat penenang pada mereka yang tidak mengalami gagal napas, dan berikan obat penenang pada mereka yang mengalami gagal napas. 6. Terapi suportif: Berikan obat penenang pada mereka yang mengalami gagal napas.