Rotavirus enteritis, juga dikenal sebagai diare musim gugur, mengacu pada infeksi virus usus yang cenderung terjadi pada musim gugur dan musim dingin, yang merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Tinja biasanya ditandai dengan tiga polimorfisme, yaitu tinja yang berat, sering, dan terhidrasi. Jumlah tinja rata-rata sekitar 5-10 per hari, dan pada kasus yang parah dapat mencapai 20 atau lebih. Tinja kadang-kadang mengandung lendir atau berbentuk telur dengan kelopak susu yang tidak dapat dicerna, dan jika tinja sering, bayi mungkin menderita dehidrasi dan asidosis. Jika bayi Anda menderita rotavirus enteritis, jika gejalanya ringan, Anda dapat mengonsumsi montelukast untuk melindungi mukosa lambung, dan kemudian mengonsumsi mummy love atau bifidobacteria untuk mengatur fungsi pencernaan, dan Anda juga dapat mengonsumsi garam rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi. Ibu menyusui harus memperhatikan untuk menghindari makan ikan, udang, produk rambut, dan makanan yang merangsang. Jika gejala bayi lebih serius, terutama frekuensi buang air besar, dehidrasi atau bahkan asidosis, dan kondisi mental bayi tidak baik, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu.