Iklim musim dingin yang kering, terutama di bagian utara yang udaranya kering ketika pemanas digunakan di dalam ruangan. Untuk meringankan kekeringan, semakin banyak orang yang menggunakan berbagai pelembab udara. Ada sebuah teori di internet bahwa penggunaan pelembab udara dapat menyebabkan “humidifier pneumonia” pada bayi. Benarkah demikian? Apakah pelembap udara masih dapat digunakan? Benarkah humidifier dapat menyebabkan pneumonia pada bayi? Tidak seburuk itu, selama Anda menggunakannya dengan benar, biasanya tidak apa-apa. “Pneumonia akibat humidifier mirip dengan penyakit akibat AC, karena disebabkan oleh penggunaan peralatan rumah tangga yang tidak ilmiah. Saat menggunakan humidifier, masalah-masalah ini harus diperhatikan 1, kebutuhan untuk membersihkan sebelum menggunakan humidifier, harus dibersihkan untuk memastikan bersih. Saat membersihkan, cobalah untuk menggunakan lebih sedikit disinfektan kuman, Anda dapat menggunakan 60 hingga 70 derajat air panas untuk berendam, dan kemudian berulang kali bilas dengan air mengalir, dan kemudian gunakan kain lembut untuk menyeka kerak di sekitar tangki air. Bersihkan sebelum menggunakan humidifier dan bersihkan sebelum menggunakan AC adalah alasan yang sama, jika udara yang dihirup kotor, aneh jika tidak sakit. 2, perlu sering mengganti air Waktu retensi air humidifier yang lama akan menghasilkan jamur dan mikroorganisme lainnya, mikroorganisme ini akan berdifusi ke udara dengan aerosol, dan kemudian masuk ke saluran bersiul bayi, mudah menyebabkan penyakit sistem pernapasan. Disarankan agar humidifier mengganti air setiap hari, dan yang terbaik adalah membersihkannya seminggu sekali. 3, tidak disarankan sepanjang hari di humidifier beberapa keluarga untuk membuat bayi mereka lebih nyaman, humidifier juga mengikuti sepanjang hari berjalan, pada kenyataannya, ini tidak kondusif bagi kesehatan. (1) operasi sepanjang hari berarti tidak ada pembersihan, mudah menghasilkan jamur. (2) sepanjang hari pintu tertutup udara menjadi buruk, zat berbahaya tidak dapat disebarkan, bagaimanapun, lebih mungkin untuk sakit. 4, jangan menambahkan sesuatu ke humidifier Ingat, apakah itu cuka, blueberry, minyak esensial, parfum, fungisida atau air bunga, dll., Tidak disarankan untuk menempatkan pelembab udara untuk digunakan. Karena beberapa obat atau bahan minyak esensial, jika terhirup ke dalam paru-paru, dapat dengan mudah menyebabkan rinitis atau asma, atau bahkan konsekuensi yang serius. 5, pelembab udara ditempatkan di lokasi yang tepat pelembab udara paling baik ditempatkan di ketinggian sekitar 1 meter di bidang yang stabil, sehingga kelembaban yang disemprotkan tepat dalam jangkauan gerak tubuh, udara dalam ruangan pada ketinggian ini juga lebih mungkin bersirkulasi. Usahakan untuk menjauhkannya dari sumber panas, bahan korosif, peralatan listrik, dll. Bagaimana cara memilih pelembab udara yang sesuai? 1, area pelembapan yang sesuai Semua pelembap memiliki kapasitas pelembapan terukur, yaitu jumlah mililiter air yang dapat dikabutkan per jam, juga akan menunjukkan area pelembapan yang berlaku. Sebagai contoh, pelembap udara 200ml/jam umumnya cocok untuk ruangan seluas 25-30m2. 2, tidak menghasilkan humidifier tipe ultrasonik inferior bubuk putih, kalsium dan magnesium di dalam air dapat dipecah menjadi partikel, langsung mengambang ke udara, disimpan di atas furnitur, tanah akan diletakkan di atas lapisan bubuk putih. Humidifier seperti itu akan membawa polusi sekunder ke udara, tidak baik untuk tubuh. 3, tenang Secara umum, 30-40dB adalah lingkungan normal yang relatif tenang, cocok untuk istirahat. Kebisingan pelembab udara juga harus berada dalam kisaran ini.