Sariawan biasa terjadi pada bayi dan anak-anak hingga usia dua tahun. Biasanya muncul sebagai bercak putih susu pada selaput lendir mulut, serta mudah tersinggung, nyeri, menangis, sulit menyusui dan disertai demam. Pengobatan untuk sariawan biasanya berupa pengobatan. Ada dua jenis obat untuk sariawan: topikal dan sistemik. Obat topikal biasanya berupa bubuk mycophenolate, yang kemudian dicampur dengan tetes minyak ikan cod. Ini dioleskan secara merata pada luka sariawan dan dianjurkan setiap tiga jam untuk hasil yang sangat efektif. Pengobatan sistemik diindikasikan untuk bayi dengan gejala sariawan yang lebih parah, biasanya dengan obat antijamur oral seperti mycophenolate dan clotrimazole. Larutan gentian violet 1% juga dapat dioleskan ke bagian bawah lidah balita setelah bayi selesai menyusu. Dengan memutar lidah, ia mampu melapisi seluruh mulut dan dianjurkan agar tiga hingga empat tetes dioleskan setiap hari. Konsumsi juga beberapa vitamin, umumnya vitamin B dan C. Ini bisa diberikan dengan menggunakan bentuk bubuk vitamin, yang bisa digiling dan diberi air. Baik obat topikal maupun sistemik biasanya digunakan untuk mengatasi sariawan, tetapi pola makan ibu juga harus lebih diperhatikan. Ibu yang sedang menyusui disarankan untuk makan makanan yang ringan dan tidak makan makanan pedas atau iritasi. Penting juga bahwa dot, botol dan alat makan bayi dibersihkan dan didesinfeksi secara teratur.