Dapatkah penderita spondilosis servikal berolahraga?

  Dapatkah spondilosis servikal diredakan dengan olahraga?  Jika pasien memiliki gejala kompresi saraf atau sumsum tulang belakang atau pusing, tidak dianjurkan untuk berolahraga sampai gejala-gejala ini secara perlahan-lahan berkurang atau hilang.  Jika pasien hanya mengalami nyeri atau mati rasa yang menyakitkan pada otot-otot di bagian belakang leher, latihan fungsional seperti senam serviks, latihan memiringkan kepala di kantor, berenang, dan menerbangkan layang-layang, semuanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.  Bagaimana seharusnya intensitas latihan dikontrol?  Prinsip latihan adalah bahwa gejala pasien tidak boleh memburuk selama latihan. Misalnya, jika lengan pasien mati rasa saat berenang, ia harus segera berhenti, yang berarti bahwa pasien telah merangsang saraf atau sumsum tulang belakang selama aktivitas tersebut. Jika pasien merasa nyaman dan rileks setelah berolahraga, maka jumlah olahraga yang dilakukan sudah sesuai. Masih terserah pasien untuk menyesuaikan jumlah olahraga sesuai dengan prinsip tidak memperburuk gejala.