Dianjurkan agar wanita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan uretra mereka untuk menentukan kemungkinan penyebabnya. Pertama, adanya polip atau karsinoma dalam uretra, jika dikombinasikan dengan infeksi, dapat menyebabkan sensasi panas yang terlokalisasi setelah buang air kecil, karena selaput lendir yang terlokalisasi rusak dan air seni mengiritasi selaput lendir yang rusak tersebut sehingga menimbulkan gejala-gejala di atas. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya polip kecil atau perubahan seperti karsinoma pada lubang uretra, dengan selaput lendir yang tidak mulus, erosi atau keluarnya cairan bernanah. Kedua, terdapat infeksi saluran kemih akut, dalam hal ini mukosa uretra dapat menjadi tersumbat, bengkak, dan bahkan mengalami perubahan lokal seperti pecah, yang mengakibatkan iritasi panas lokal setelah buang air kecil. Hal ini dapat disertai dengan keluarnya cairan putih atau bernanah dari uretra, dengan gejala-gejala seperti sering buang air kecil, desakan untuk buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil, dan tes urine lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosis. Ketiga, sindrom uretra, yang penyebab pastinya tidak diketahui, dapat disebabkan oleh infeksi akut yang belum sepenuhnya sembuh dan kembali menjadi infeksi kronis, dengan sensasi nyeri yang terlokalisasi di uretra. Sindrom ini juga dapat disertai dengan gejala sering buang air kecil, desakan untuk buang air kecil, dan nyeri saat buang air kecil. Umumnya, tes urin rutin dan tes kultur urin mungkin normal, dan uretroskopi mungkin diperlukan jika diperlukan.