Apakah operasi tulang belakang perlu dilakukan – menimbang pro dan kontra terhadap risiko dan manfaatnya

Sebagian besar bedah tulang belakang bersifat elektif dan keputusan untuk melakukan pembedahan atau tidak sepenuhnya berada di tangan pasien, dan yang harus dilakukan oleh pasien adalah membuat pilihan akhir. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan selengkap mungkin keuntungan dan kerugian antara melakukan dan tidak melakukan pembedahan, risiko dan manfaat yang akan dihadapi, serta kemungkinan keberhasilan sebelum melakukan pembedahan. Sebagian besar pembedahan tulang belakang saat ini dianggap aman, tetapi pasien masih perlu mendiskusikan secara hati-hati dengan dokter bedah mereka tentang beberapa risiko yang terkait dengan prosedur ini. Setiap pembedahan disertai dengan persentase komplikasi tertentu (misalnya infeksi luka, kecelakaan anestesi, dll.). Banyak operasi tulang belakang juga memiliki risiko tambahan, seperti mati rasa pada anggota tubuh karena cedera akar saraf, kelumpuhan karena cedera sumsum tulang belakang, atau kesulitan buang air besar. Sebelum menyetujui operasi apa pun, penting untuk mengetahui semua kemungkinan komplikasi yang terkait dengan prosedur ini. Meskipun pasien mungkin menunda untuk menjalani pembedahan, penting juga untuk mempertimbangkan risiko yang mungkin dihadapi tanpa pembedahan, seperti rasa sakit yang menetap, kerusakan saraf lebih lanjut, dan bahkan kecacatan permanen. Penting bagi pasien untuk memahami dengan jelas apa yang memengaruhi kualitas hidup mereka dan bagaimana hal ini akan memengaruhi kehidupan mereka jika mereka tidak menjalani pembedahan. Jika pasien memutuskan untuk menjalani pembedahan, ia harus mempersiapkan diri: ia harus menyesuaikan kondisi fisik dan mentalnya sebelum pembedahan, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit penyerta lainnya harus dikontrol, dan obat-obatan seperti reserpin dan aspirin harus dihentikan untuk sementara waktu.