Bau rubah tidak menular. Bau rubah, juga dikenal sebagai bau ketiak dan oedema, tidak memiliki agen patogen yang jelas, bukan merupakan penyakit menular dan tidak menular. Bau rubah disebabkan oleh produksi kelenjar sebaceous yang besar dan kelenjar keringat yang berlebihan di ketiak, yang menghasilkan asam lemak tak jenuh dalam jumlah besar, sehingga menghasilkan bau yang menyengat, yang bisa lebih hebat lagi jika sekunder akibat infeksi bakteri. Bau rubah kebanyakan terjadi pada masa remaja, terutama di musim panas dan lebih terasa setelah olahraga berat. Pada usia tua, seiring dengan berkurangnya kelenjar keringat, gejalanya bisa berangsur-angsur berkurang atau hilang. Bau rubah tidak menular dan terutama, tetapi tidak mutlak, terkait dengan riwayat keluarga. Selain itu, bau rubah juga terkait dengan ras, di mana orang kulit putih lebih mungkin menderita bau rubah dan tingkat keparahannya daripada orang kulit kuning. Pasien dengan bau rubah harus berhati-hati untuk mandi secara teratur dan menjaga ketiak mereka tetap bersih dan kering. Jika gejalanya lebih parah, atau jika pengobatan kurang efektif, laser atau perawatan bedah dapat dipertimbangkan.