Ketika kita berpikir tentang psikoanalisis, kita secara alami memikirkan Freud, yang menekankan alam bawah sadar, gagasan bahwa banyak pengalaman dan perasaan ego tidak dapat diterima oleh superego dan bahwa pengalaman-pengalaman ini harus dibentuk kembali untuk disadari oleh ego, atau hanya ditekan, dan bahwa psikoanalisis adalah proses membuat alam bawah sadar sadar. Inti dari psikoanalisis adalah mekanisme pertahanan ego. Mekanisme pertahanan mana yang digunakan seseorang secara langsung menunjukkan kekuatan, stabilitas, dan kedewasaan kepribadian orang tersebut. Jika psikoanalisis adalah semacam apresiasi kepribadian, maka analisis mekanisme pertahanan psikologis seseorang adalah seperti belajar tentang suatu negara melalui tentaranya, atau tentang fisik seseorang melalui sistem kekebalan tubuhnya. Pada dasarnya pertahanan diri itu seperti saklar yang bisa dinyalakan atau dimatikan, mereka mematikan perasaan-perasaan yang kuat, perasaan-perasaan dari kesadaran, dan dalam perilaku apa pun kita dapat menemukan keinginan, hasrat, hal-hal yang berhubungan dengan realitas tertentu, dan sebagian aspek moral dan etika terlibat, dan kemudian ada juga seluruh kelompok pertahanan diri yang terlibat. Ketika mereka jatuh cinta dengan seseorang, mereka tidak bahagia tetapi gugup karena mereka memiliki 2 pikiran dan mereka khawatir bahwa mereka tidak akan dapat mengendalikan impuls mereka dan melakukan sesuatu, satu pikiran adalah bahwa saya akan kehilangan Anda dan pikiran kedua adalah bahwa Anda akan menghukum saya. Orang memiliki pertahanan primitif yaitu proyeksi atau regresi internal, yang sering terlihat di antara orang yang sakit jiwa, sedangkan pada orang sehat orang melihat pertahanan yang matang seperti humor atau represi sadar.