Adanya peradangan tidak selalu menyebabkan demam tinggi. Jika pasien tidak terlalu terinfeksi atau jika infeksi masih dini, tubuh tidak selalu menunjukkan manifestasi klinis demam. Jaringan lokal dapat menunjukkan kemerahan, bengkak, panas dan nyeri, sementara jaringan dan organ sistemik, seperti sistem pencernaan, dapat menunjukkan mual, muntah, sakit perut dan diare. Sistem saraf pusat dapat muncul dengan pusing, sakit kepala, mual dan kejang-kejang. Sistem pernapasan dapat mengalami gejala pernapasan seperti batuk, batuk berdahak, sakit tenggorokan dan pilek. Oleh karena itu, adanya peradangan tidak selalu menyebabkan demam tinggi; ketika peradangan meningkat, pasien dapat mengalami demam.