Lembapkan juga mata Anda

  Dalam beberapa tahun terakhir ini, akibat polusi udara dan popularitas AC, telah terjadi peningkatan sindrom mata kering secara bertahap, terutama di kalangan pemakai lensa kontak, “netizen” dan pelajar, yang rentan terhadap sindrom mata kering karena penggunaan mata yang berlebihan. Para dokter mata percaya bahwa melembabkan mata lebih penting daripada melembabkan kulit.  Pada mata yang sehat, kelenjar air mata utama dan sekunder secara alami mengeluarkan air mata untuk melumasi bola mata; jika iklim kering, air di mata menguap lebih cepat. Selain itu, polusi lingkungan, penggunaan AC dan pekerjaan mata yang berlebihan dapat meningkatkan kehilangan air mata dan membuat mata kering menjadi lebih umum. Di klinik mata, satu dari lima orang sering mengeluh mata kering, gatal, perih dan lelah, yang semuanya merupakan gejala khas mata kering, dan sebagian besar pasiennya adalah pelajar, pekerja komputer, pekerja kantoran dan pengendara kendaraan bermotor.  Banyak pasien rabun yang sekarang memakai lensa kontak. Faktanya, lensa kontak cenderung menarik kelembapan, sering kali membuat permukaan mata rentan terhadap dehidrasi dan memperparah gejala mata kering. Para dokter mata mengingatkan pengguna lensa kontak untuk menjaga mata mereka tetap lembab setiap saat, dan menjaga lensa kontak mereka tetap lembab ketika kering, sehingga lensa kontak tidak mengering dan merusak kornea. Jika sel epitel kornea sering rusak atau menjadi keratotik, konsekuensinya bisa tidak terpikirkan.  Banyak iklan kosmetik sekarang menekankan pelembab kulit, bukan pelembab mata, yang mungkin lebih penting. Untuk melembabkan mata Anda dengan baik, jangan “terus-terusan menunduk” dan sering-seringlah berkedip. Perhatikan AC dan jangan meniup terlalu lama, dan gunakan pelembab udara di dalam ruangan untuk meningkatkan kelembaban di udara, yang juga akan membantu menjaga mata Anda tetap lembab.