Deteksi dini kanker kerongkongan

Kanker esofagus merupakan salah satu tumor ganas utama yang mengancam kesehatan masyarakat kita. Usia onset penyakit ini lebih dari 40 tahun, dan 2/3 dari pasiennya berusia antara 50 dan 70 tahun. Gejala awal kanker esofagus seringkali tidak jelas dan mudah diabaikan, yang bahkan dapat menunda penyakit ini hingga ke stadium lanjut. Tidaklah sulit untuk mendeteksi kanker esofagus jika seseorang memiliki pengetahuan dasar tentang penyakit ini dan waspada terhadap gejalanya. Gejala awal kanker esofagus adalah sebagai berikut: 1. Sensasi tersedak saat menelan makanan: biasanya disebabkan oleh menelan nasi kering, roti kukus, dan makanan lain dalam mulut yang besar. Gejala ini dapat hilang dengan sendirinya, tetapi dapat muncul kembali setelah beberapa hari atau minggu, dan kemudian jumlahnya meningkat dari hari ke hari, dan tingkat tersedak juga meningkat secara bertahap. 2 . Perasaan menyakitkan di bagian belakang tulang dada dan fossa jantung saat makan: perasaan ini sering terjadi saat menelan, dan sifat rasa sakitnya mungkin seperti terbakar, tertusuk jarum atau rasa sakit seperti gesekan. Saat menelan makanan yang kasar, terlalu panas, dan mengiritasi (seperti cabai, alkohol yang kuat), rasa sakitnya bertambah parah, dan menghilang setelah menelan. Jenis nyeri ini relatif ringan dan lebih jarang terjadi pada tahap awal, tetapi dapat berangsur-angsur memburuk dan kambuh di kemudian hari. Sekitar 50% pasien kanker esofagus stadium awal mengalami gejala ini. Sensasi benda asing di kerongkongan: Umumnya, ada sensasi seperti itu ketika menelan, tetapi beberapa pasien tidak melakukan tindakan menelan dan juga merasa ada benda asing di kerongkongan, seperti ada sisa makanan yang menempel di dinding kerongkongan, dan mereka merasa tidak nyaman meskipun mereka tidak mengalami rasa sakit. Oleh karena itu, bila usia 40 tahun ke atas, terutama pria, mengalami gejala-gejala di atas, segeralah ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.