Ketika seorang anak mengalami kesulitan belajar, tidak mudah untuk mengatakan bahwa ia “bodoh”. Penelitian di dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan kesulitan belajar memiliki defisit visual. Kekurangan dalam membaca terkait dengan kekurangan dalam gerakan mata; kekurangan dalam fokus visual dapat menyebabkan kelelahan visual dan kesulitan belajar; mereka tidak dapat membedakan antara kata-kata yang bentuknya hampir sama, seperti “Wang” dan “Yu”; mereka sering menulis kata-kata yang salah; anak-anak yang membaca dengan lambat sering Kesulitan belajar lainnya seperti: kebutaan pada target tertentu; menulis lambat; tulisan tangan jelek; waktu reaksi lambat; pemahaman yang buruk; kecenderungan membalikkan huruf atau angka saat menulis, misalnya menulis “b” sebagai “d”; ketidakmampuan untuk membaca dalam jangka waktu yang lama Ini semua terkait dengan berbagai disfungsi visual seperti defisit dalam kontur visual dan hubungan spasial, defisit dalam memori visual, defisit dalam koordinasi mata-tangan, dan defisit dalam orientasi visual dan orientasi spasial. Oleh karena itu, orang tua harus mempertimbangkan adanya masalah mata ketika anak-anak mereka tidak berprestasi di sekolah.