Belajar adalah fungsi penting dari otak dan ketidakmampuan belajar (LD) disebabkan oleh kelainan pada fungsi tertentu dari sistem saraf pusat, yang mengakibatkan gangguan dalam mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, berhitung, dan bernalar. Saat ini, banyak penelitian telah mengidentifikasi gangguan integrasi sensorik di otak sebagai penyebab penting LD. Oleh karena itu, pengobatan anak dengan LD harus fokus pada konflik utama terjadinya LD, menyelesaikan masalah sistem saraf pusat dan meningkatkan kemampuan belajar anak dengan LD. Dalam kehidupan sehari-hari, semua motivasi dan perilaku manusia terkait dengan fungsi integrasi sensorik sistem saraf otak. Misalnya: merangkak, berdiri, berjalan, berlari, makan, berpakaian, dan semua perilaku kehidupan lainnya di dalam dan di luar ruangan dan bermain; kognisi visual, pendengaran dan sentuhan, penciuman, rasa, sensasi otot tubuh, sensasi keseimbangan dan sensasi tubuh lainnya; akuisisi pemahaman dan ekspresi bahasa, menjiplak, menulis, menulis esai, membaca kata-kata dan artikel, dll. Penyelesaian semua tindakan dan perilaku ini adalah hasil integrasi sensorik sistem saraf otak. Dengan kata lain, sistem saraf otaklah yang memilih, mengatur, dan memerintahkan berbagai rangsangan sensorik dan informasi dari lingkungan eksternal dan dari dalam tubuh. Ketika masalah integrasi sensorik terjadi, maka akan timbul berbagai gangguan seperti gerakan yang tidak terkoordinasi, ketidakmampuan untuk melakukan gerakan dan perilaku yang kompleks, serta ketidakmampuan untuk menjalankan kehidupan normal sehari-hari, belajar dan bermain, oleh karena itu, sangat penting untuk memperbaiki gangguan integrasi sensorik pada anak LD.