Kecanduan tembakau, yang sulit dihentikan, adalah kondisi medis kronis yang disebut ketergantungan tembakau. Orang yang memiliki ketergantungan tembakau harus berhenti merokok dan cenderung mengalami sindrom berhenti merokok, yang juga dikenal sebagai sindrom penarikan nikotin. Manifestasi sindrom berhenti merokok memiliki banyak segi dan terutama mencakup hal-hal berikut: a. Fisiologis, manifestasi awal meliputi batuk, haus, mengantuk, dan buang air besar yang keras. Pada tahap selanjutnya, gejalanya dapat berupa pusing, sakit kepala, kelemahan umum, peningkatan nafsu makan dan insomnia, dll. Pada kasus yang parah, tangan gemetar, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan dapat terjadi. Kedua, aspek psikologis, depresi, depresi, kesulitan konsentrasi, depresi berlebihan, kehilangan minat terhadap sesuatu, dll. Pada kasus yang serius, mungkin ada kecenderungan bunuh diri dan melukai diri sendiri.