Pasien dengan adenomiosis memiliki sejumlah kecil komorbiditas dengan endometriosis, yang disebut kista cokelat, kista choco, yang merupakan fokus sel endometrium yang berjalan di luar rahim dan berkembang, umumnya di ovarium, serta di ligamen yang menahan rahim di tempatnya, dan juga di struktur yang berada di antara rektum dan rahim, dan yang sering menyebabkan dismenore pada pasien. Pasien dalam kategori ini sulit untuk diintervensi bila terdapat kombinasi adenomiosis, karena kedua penyakit ini muncul sebagai dismenorea. Justru karena kompleksitas gejala pasien-pasien ini, ada kemungkinan terapi intervensi tidak efektif pada pasien-pasien ini. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian dan observasi, kami percaya bahwa pasien-pasien ini masih dapat diobati dengan terapi intervensi, tetapi perlu untuk memilih pasien yang tepat untuk terapi intervensi dengan sangat hati-hati, dan aspek-aspek berikut ini adalah kuncinya: 1) riwayat medis masa lalu; 2) identifikasi gejala; 3) ultrasonografi, terutama pencitraan resonansi magnetik, memberikan informasi yang paling penting; dan 4) pemeriksaan ginekologi yang diperlukan. Empat langkah di atas adalah kunci untuk pemilihan pasien. Berdasarkan pengamatan kami selama bertahun-tahun, pasien-pasien tersebut masih dapat memperoleh manfaat dari terapi intervensi.