Perlindungan dan penguatan pinggul: Pertama dan terutama untuk gluteus medius

Gluteus medius adalah otot yang sangat penting yang belum banyak kita perhatikan di masa lalu. Profesor Ganz, seorang ahli ortopedi dari Swiss, telah berulang kali menekankan pentingnya gluteus medius dalam perawatan pinggul dan telah mengajari kami rahasia melatih gluteus medius. Gluteus medius adalah otot yang paling penting untuk menjaga stabilitas panggul dan postur tubuh yang normal untuk kesehatan pinggul. Jika gluteus medius dilatih dengan baik, postur berjalan akan menjadi normal, tetapi jika tidak dilatih dengan baik, postur berjalan akan menjadi tidak normal, bagi mereka yang tidak memiliki masalah pinggul, dan terlebih lagi bagi mereka yang memiliki masalah pinggul, terutama jika telah menjalani operasi. Jika gluteus medius tidak normal, Anda akan berjalan seperti bebek, bergoyang-goyang dan goyah. Di manakah letak gluteus medius dalam tubuh kita? Lihatlah dua diagram anatomi di atas. Otot gluteus maximus, tempat kita biasanya mendapatkan suntikan otot, terletak di belakang sendi pinggul dan bertanggung jawab untuk ekstensi pinggul. Gluteus medius terletak di bagian luar sendi pinggul dan bagian posteriornya terletak di bawah gluteus maximus, seperti kipas angin, oleh karena itu dinamakan otot berbulu. Terminologi medis menggambarkannya sebagai: gluteus medius terletak di luar sayap iliaka. Bagian posterior gluteus medius terletak jauh di dalam gluteus maximus dan berakhir di trokanter mayor femur. Fungsi utama gluteus medius adalah untuk menculik paha selama fiksasi panggul; bagian anterior gluteus medius terutama bertanggung jawab untuk fleksi dan rotasi internal paha; bagian posterior gluteus medius bertanggung jawab untuk ekstensi posterior dan rotasi eksternal paha; bagian tengah gluteus medius juga merupakan bagian terpenting dari gluteus medius dan perannya untuk menculik paha sambil menstabilkan panggul dan sendi panggul. Gluteus medius adalah otot yang penting untuk menjaga postur tubuh yang baik saat berjalan dan berdiri. Ketika kita berjalan, gluteus medius menjaga batang tubuh tetap lurus dan pinggul relatif tetap. Gluteus medius bertindak sebagai penstabil panggul yang kuat ketika melangkah maju. Ketika kita berdiri, otot ini menstabilkan panggul, yang kemudian menstabilkan batang tubuh. Gluteus medius memainkan peran penting dalam aktivitas batang tubuh kita sehari-hari seperti membungkuk, berdiri, berjalan, dan jongkok. Gluteus medius sangat rentan terhadap ketegangan. Gluteus medius bahkan lebih rentan terhadap cedera ketika terjadi perubahan posisi secara tiba-tiba. Manifestasi klinisnya adalah nyeri pada pinggul, yang terasa sakit pada larut malam, pagi hari dan saat beraktivitas, dan diperburuk oleh aktivitas dan keteduhan. 50% pasien merasakan nyeri yang menyebar di paha, yang seringkali bersifat kronis. Pada pemeriksaan fisik, dokter mungkin menemukan titik-titik tekanan pada otot gluteus medius, yang mungkin memiliki fasia yang menyakitkan, dan titik-titik tekanan mungkin satu atau lebih, dengan titik-titik tekanan di gluteus medius anterior, tengah, dan belakang. Nyeri area lokal dan menyebar dapat muncul pada tekanan titik yang nyeri, dan nyeri pinggul dan paha dapat muncul pada sisi yang terkena gangguan pinggul ketika kaki diangkat lurus. Ketika seorang ahli bedah ortopedi melakukan semua jenis operasi pinggul, otot gluteus medius mudah terganggu atau teriritasi karena sayatan bedah dan tarikan intraoperatif, yang dapat menyebabkan perubahan pasca operasi pada kekuatan otot gluteus medius atau bahkan kelemahan gluteus medius. Oleh karena itu, sangat penting untuk melatih gluteus medius sebelum dan sesudah semua jenis operasi pinggul. Untuk melindungi pinggul, dengan atau tanpa gangguan pinggul, dan untuk hidup sehat, setiap orang harus melatih gluteus medius: berdiri tanpa kruk sebelum operasi, berdiri dengan kruk ganda setelah operasi. Berdiri dengan satu kaki, angkat kaki yang terkena dampak secara lateral sebesar 20° hingga 30°, jeda selama 10 detik setelah pengangkatan lateral, mundur ke posisi berdiri dengan kedua kaki, angkat lagi secara lateral dan jeda selama 10 detik. Lakukan secara progresif sampai Anda melakukan 30 repetisi sekaligus. Posisi lateral untuk gluteus medius: berbaringlah di sofa atau tempat tidur dengan posisi miring, condongkan tubuh bagian atas ke depan sebanyak 10°, letakkan bantal kecil di punggung bawah agar panggul tetap pada posisi lateral standar, luruskan kaki, angkat kaki yang sakit ke arah samping sebanyak 20° hingga 30°, jeda selama 10 detik saat mengangkatnya lalu tarik kembali ke posisi tegak lurus dengan kedua kaki Anda, jeda selama 10 detik saat mengangkatnya lagi. Lakukan secara progresif sampai Anda melakukan 30 repetisi sekaligus. Jika kedua pinggul terpengaruh, lakukan secara bergantian antara gluteus medius kiri dan kanan. Jika pinggul unilateral, lakukan secara bergantian antara sisi yang sehat dan sisi yang sakit. Bahkan orang sehat tanpa masalah pinggul pun akan mendapatkan manfaat dari mempelajari rahasia latihan gluteus medius seumur hidup.