Umumnya, nilai CT dari nodul paru tidak dapat digunakan untuk menentukan sifat jinak atau ganas dari nodul tersebut, dan diagnosis sifat nodul paru harus didasarkan pada hasil patologis dan imunohistokimia nodul tersebut.
Secara klinis, nodul paru jinak dan ganas berbeda satu sama lain dalam hal ukuran nodul, morfologi, laju pertumbuhan, hubungan dengan jaringan di sekitarnya, nilai CT, dan tingkat peningkatan, sehingga memungkinkan untuk membedakan nodul jinak dan ganas berdasarkan perbedaan-perbedaan ini, tetapi tidak sepenuhnya akurat.
Umumnya, sebagian besar nodul paru ganas berukuran lebih dari 5 mm, bentuknya tidak beraturan, tumbuh dengan cepat, sering melekat pada jaringan di sekitarnya, dengan nilai CT negatif atau positif, dan umumnya dengan peningkatan yang tidak beraturan atau sedang.
Perbedaan antara nodul paru jinak dan ganas di atas hanya dapat membedakan kedua jenis nodul tersebut pada awalnya, dan pasien harus mengikuti petunjuk dokter lebih lanjut untuk memilih biopsi nodul dan pemeriksaan patologis agar dapat membedakan secara sempurna antara nodul paru jinak dan ganas.