Kuning telur dan putih telur memiliki karakteristik nutrisinya masing-masing, sehingga tidak ada istilah “kuning telur lebih bergizi atau putih telur lebih bergizi”.
Tubuh manusia membutuhkan tujuh nutrisi: protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan air. Makanan yang berbeda mengandung jenis nutrisi yang berbeda, dan kandungan spesifiknya juga berbeda, tetapi tidak ada perbedaan antara yang tinggi dan yang rendah. Ilmu gizi menekankan perlunya asupan makanan yang bervariasi dan seimbang.
Putih telur dan kuning telur memiliki karakteristik nutrisinya masing-masing. Kuning telur mengandung 15,2 gram protein, 28,2 gram lemak, 3,4 gram karbohidrat, 438 mikrogram vitamin A, 5,06 mg vitamin E, dan 112 mg kalsium per 100 gram.
Putih telur mengandung 60 kalori per 100 gram, protein 11,6 gram, 0,1 gram lemak dan 3,1 gram karbohidrat.
Putih telur lebih cocok untuk orang yang perlu mengontrol kalori, sementara pasien dengan penyakit metabolik seperti hiperkolesterol dan hiperlipidemia dapat mengonsumsi lebih banyak putih telur dan perlu mengontrol asupan kuning telur.
Namun, untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan orang yang kekurangan gizi, kuning telur dapat memberikan nutrisi yang lebih komprehensif dan berkualitas tinggi serta lebih banyak kalori.
Orang normal harus mendapatkan asupan putih telur dan kuning telur yang seimbang. Pedoman Diet merekomendasikan satu butir telur sehari untuk orang dewasa yang sehat. Orang yang alergi terhadap telur sebaiknya tidak mengonsumsi kuning telur dan putih telur.