Kehamilan adalah peristiwa yang menggembirakan dan merupakan perayaan bagi keluarga dan impian bagi para calon ibu, tetapi selain kegembiraan, penting bagi pasangan untuk mempersiapkan kehamilan agar janin dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan mencapai kesuburan yang baik. Pemeriksaan pra-konsepsi adalah langkah yang sangat penting. Sebanyak 22 item disertakan untuk wanita dan 17 item untuk pria.
I. Pemeriksaan Kesehatan Eugenika
Tujuan: Membangun gaya hidup sehat dan meningkatkan pencegahan risiko, kesadaran, dan partisipasi diri.
Artinya: Untuk menghindari faktor risiko, dll.
II. Pertanyaan tentang riwayat kesehatan
Isi: Memahami riwayat kehamilan dan persalinan, riwayat penyakit, riwayat keluarga, pengobatan, gaya hidup, pola makan dan gizi, faktor lingkungan, dll.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi adanya risiko yang relevan (status kesehatan, faktor genetik, faktor lingkungan, pengaruh obat, dll.)
Artinya: untuk mengurangi faktor-faktor yang memengaruhi konsepsi dan menyebabkan terjadinya hasil kehamilan yang merugikan. (misalnya keguguran pasca-kehamilan, kelahiran prematur, bayi cacat lahir, kelahiran mati, kelahiran mati dan kehamilan abnormal, kehamilan ektopik, dll.)
III. Tes laboratorium
①Sekresi (kedua belah pihak): untuk wanita, ini termasuk tes keputihan rutin, tes gonokokal, tes Chlamydia trachomatis, dan tes sitologi pengelupasan serviks. Tes mikoplasma, klamidia, dan gonokokus untuk pria. Tujuannya adalah untuk menyaring peradangan vagina atau infeksi atopik. Untuk mengurangi keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, dan retardasi pertumbuhan intrauterin
Pemeriksaan air mani rutin (pria): termasuk morfologi sperma, dinamika sperma, dan morfologi akrosom sperma. Tujuannya adalah untuk memeriksa kesuburan pejantan.
③Tes darah rutin (kedua belah pihak): termasuk hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih dan klasifikasi, trombosit. Tujuannya adalah untuk mengurangi retardasi pertumbuhan janin akibat anemia berat; untuk mengurangi gangguan perdarahan pada bayi baru lahir.
④Pemeriksaan rutin saluran kemih (kedua belah pihak): bertujuan untuk menyaring gangguan metabolisme tingkat kemih; penting untuk mengurangi infeksi genital, infeksi intrauterin, retardasi pertumbuhan intrauterin pada tingkat kematian janin.
Golongan darah (kedua belah pihak): termasuk golongan darah ABO tingkat RH positif/negatif, yang bertujuan untuk mencegah ketidakcocokan golongan darah, penting untuk mengurangi keguguran, kelahiran mati dan kelahiran mati yang disebabkan oleh janin.
(vi) Pengukuran glukosa serum (wanita): skrining diabetes mellitus, untuk mengurangi keguguran, kelahiran prematur, kelainan bentuk janin, dll.
(vii) Tes fungsi tiroid (F): Untuk mengevaluasi fungsi kelenjar tiroid.
(viii) Tes fungsi ginjal (F): untuk mengevaluasi fungsi ginjal, untuk memandu pemilihan waktu kesuburan dan untuk mengurangi retardasi pertumbuhan janin.
⑨ Fungsi hati dan imunisasi transplantasi (kedua belah pihak): imunisasi transplantasi mencakup lima tes untuk serologi hepatitis B, serologi hepatitis C, tes antibodi spiral sifilis, dan skrining antibodi HIV. Tujuannya adalah untuk memandu waktu persalinan dan mengurangi keguguran, kelahiran prematur, dan cacat janin.
⑩Tes virus TORCH (kedua sisi): Eugenika 4, termasuk virus rubella, cytomegalovirus, virus herpes simpleks, dan Toxoplasma gondii. Salah satu dari mikroorganisme patogen ini dapat dengan mudah menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, malformasi janin atau cacat.
11 Tes kromosom (kedua sisi): ini adalah tes opsional.
Tes pencitraan
Ultrasonografi intrakaviter ginekologi untuk menyaring rahim dan ovarium dari kelainan. Ultrasonografi skrotum pria untuk menyingkirkan penyakit testis.
V. Penilaian risiko serta konseling dan bimbingan
Penilaian faktor risiko, promosi kesehatan dan panduan pelaksanaan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko.
Kehamilan dini dan tindak lanjut hasil kehamilan
Informasi mengenai kehamilan dini dan hasil kehamilan serta persiapan untuk mendapatkan bimbingan dan layanan yang relevan.