Haruskah cedera jaringan lunak pada betis tidak aktif atau aktif?

Istirahat dianjurkan untuk cedera jaringan lunak betis.
Sebagian besar cedera jaringan lunak betis disebabkan oleh ketegangan otot akibat olahraga berat.
Ketika cedera jaringan lunak betis terjadi, penting untuk segera mengerem dan beristirahat serta menghindari bangun dari tempat tidur. Kompres es dapat digunakan dalam waktu 72 jam, kompres panas setelah 72 jam, dan imobilisasi plester dapat digunakan jika perlu. Tinggikan tungkai yang terkena saat berbaring di tempat tidur.
Bila cedera jaringan lunak betis lebih serius, seperti disertai otot, tendon pecah, harus diimobilisasi dengan gips dan tirah baring, bila timbul rasa sakit, selain itu juga penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid seperti asetaminofen, ibuprofen, dan sebagainya untuk meringankan rasa sakitnya, selain itu juga dengan terapi fisik untuk mempercepat pemulihan cedera otot.
Namun, ketika cedera jaringan lunak sangat serius sehingga istirahat di tempat tidur untuk jangka waktu tertentu tidak dapat dihilangkan, perlu berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan untuk menentukan tingkat keparahan kondisi dan kemudian melakukan perawatan yang ditargetkan. Obat-obatan di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter dan apoteker profesional dengan cara yang terstandardisasi dan wajar.