Seperti apa bentuk malformasi arteriovenosa serebral?

Malformasi arteriovenosa otak (BAVM), juga dikenal sebagai malformasi serebrovaskular, adalah kelainan serebrovaskular bawaan yang berbahaya yang terjadi saat embrio berusia 45-60 hari dan tidak ada jaringan kapiler yang normal di antara arteri dan vena, tetapi hanya ada massa abnormal pembuluh darah yang cacat. AVM dinilai oleh dokter berdasarkan ukuran, lokasi dan kedalaman arteri yang memasok darah, ukuran massa yang cacat, dan kedalaman vena yang mengalirkan darah. Semakin rendah tingkatannya, semakin baik penanganannya; semakin tinggi tingkatannya, semakin sulit penanganannya. AVM biasanya didiagnosis dalam situasi berikut: 1. Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah saat berolahraga atau stres emosional, sering kali disertai muntah, kebingungan atau bahkan koma, mati rasa atau kelemahan pada lengan dan tungkai, atau pada kasus yang parah, defisit neurologis seperti hemiparesis dan ketidakmampuan berbicara. Timbulnya penyakit ini biasanya pada masa remaja, dan 80-90% pasien yang mengalami perdarahan pertama akibat AVM dapat bertahan hidup. 2. Kejang-kejang, juga dikenal sebagai kejang. Sekitar setengah atau lebih dari AVM mengalami kejang. 3. Sakit kepala. Lebih dari separuh pasien memiliki riwayat sakit kepala. Sakit kepala sering terjadi pada satu sisi dan dapat sembuh dengan sendirinya. 4. Gangguan neurologis yang meningkat secara bertahap. Dalam kasus ini, dokter akan merekomendasikan CT, Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Angiografi Serebral (DSA) untuk memastikan diagnosis. Ada tiga jenis pengobatan: 1) kraniotomi, 2) embolisasi intravaskular, atau terapi intervensi, di mana malformasi tersumbat seluruhnya atau sebagian dengan menyuntikkan gel seperti ONYX ke dalam malformasi (yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir), dan 3) bedah radio stereotaktik, atau pisau gamma dan pisau frekuensi radio. Metode-metode ini juga dapat digunakan dalam kombinasi, yaitu pengobatan gabungan, yang biasanya memberikan hasil yang lebih baik.