Tablet epalrestat dan tablet methylcobalamin memiliki efek farmakologis yang berbeda dan biasanya tidak sebanding, tetapi tablet methylcobalamin memiliki cakupan aplikasi yang lebih luas daripada Epalrestat, dan keduanya perlu dipilih sesuai dengan saran dan kondisi medis. Tablet epalrestat adalah sejenis penghambat aldose reduktase, dapat menghambat akumulasi sorbitol dalam eritrosit penderita neuropati perifer diabetik, dapat meningkatkan kesadaran diri akan gejala serta disfungsi neurologis. Ini digunakan untuk neuropati diabetes. Reaksi yang merugikan terhadap tablet Epalrestat dapat dilihat sebagai eritema, ruam, lecet, gatal, peningkatan bilirubin dan transaminase, mual, dan muntah. Ini merupakan kontraindikasi pada orang yang alergi terhadap produk ini. Tablet methylcobalamin termasuk dalam koenzim B12 endogen, yang memiliki efek penghambatan pada degenerasi saraf yang diinduksi obat, dan diindikasikan untuk neuropati perifer. Reaksi yang merugikan seperti muntah, diare, kehilangan nafsu makan dan mual dapat terlihat, dan dikontraindikasikan bagi mereka yang alergi terhadap obat ini. Tablet epalrestat hanya cocok untuk neuropati perifer yang diinduksi diabetes, sedangkan tablet methylcobalamin tidak terbatas pada neuropati perifer yang diinduksi diabetes, dengan cakupan penggunaan yang lebih luas. Dianjurkan agar pasien menggunakan kedua obat di atas di bawah bimbingan dokter sesuai dengan kondisinya, dan ikuti dengan ketat instruksi dokter, jangan meminumnya secara membabi buta, agar tidak menimbulkan konsekuensi yang merugikan.