Gejala utama osteoartritis lutut

  Osteoartritis lutut, juga dikenal sebagai penyakit lutut degeneratif atau osteoartritis lutut yang berkaitan dengan usia, adalah penyakit yang umum dan sering terjadi pada usia paruh baya dan lanjut usia, fenomena alami yang terjadi seiring bertambahnya usia manusia dan setelah beberapa dekade pergerakan sendi, dan konsekuensi yang tak terhindarkan. Insiden penyakit ini secara bertahap meningkat seiring bertambahnya usia, dengan peningkatan yang signifikan setelah usia 50 tahun. Insidennya sekitar empat sampai lima kali lebih tinggi pada wanita daripada pria. Di dalam sendi lutut, terdapat tulang rawan artikular yang berfungsi sebagai bantalan pada permukaan tulang paha dan betis. Saat tulang rawan ini terkikis, pasien mengalami nyeri pada sendi lutut saat berjalan atau berjalan naik turun tangga. Selain untuk menopang berat tubuh, sendi lutut juga digunakan untuk berdiri, berjongkok, melompat, berlari dan berjalan, menjadikannya sendi yang paling umum mengalami osteoartritis lutut karena tingkat aktivitasnya yang tinggi.  Penyebab paling umum dari osteoartritis lutut adalah gerakan sendi yang berlebihan, berjalan terlalu jauh atau terlalu sering berjalan naik turun bukit dan tangga, dan postur sendi yang buruk, kurangnya gerakan lutut karena berdiri atau duduk terlalu lama.  Gejala utama osteoartritis lutut adalah: 1. Nyeri pada sendi: awalnya terputus-putus, nyeri saat berjalan naik turun tangga atau setelah berolahraga dalam waktu lama, pada kasus yang parah, nyeri pada setiap langkah, bahkan saat istirahat.  2. Pergerakan sendi yang terbatas: Karena tulang rawan pada persendian aus, fleksibilitas persendian berkurang dan perlu menggerakkan persendian beberapa kali sebelum Anda dapat melangkah ketika berdiri atau berjalan.  3. Ketidakstabilan sendi: Keausan dan robekan tulang rawan pada sendi lutut biasanya terjadi pertama kali pada tulang rawan medial, mengakibatkan sendi lutut yang tidak stabil dan penampilan kaki berbentuk “O”. Sebagian besar pasien takut menggerakkan kaki dan tungkai mereka karena rasa sakit pada sendi lutut meningkat ketika mereka bergerak, yang menyebabkan atrofi otot-otot di tungkai bawah, yang mengurangi stabilitas sendi lutut dan meningkatkan beban pada sendi lutut selama latihan, yang hanya meningkatkan rasa sakit.  Jika Anda sudah mengalami beberapa gejala ini, ini berarti Anda menderita osteoartritis lutut. Bila gejalanya ringan, perkembangan penyakit ini sering dapat diperlambat dengan metode berikut: 1. Hindari olahraga berat dan berkepanjangan: Seringkali beberapa orang tua menderita osteoartritis lutut setelah olahraga berat atau berjalan lama, membuat gejalanya lebih buruk dan tidak berkurang untuk waktu yang lama.  2. Kurangi berat badan: Hal ini mengurangi beban pada sendi lutut dan mencegah kondisi memburuk.  3. Latihan fungsional: Prinsip latihan fungsional untuk sendi lutut didasarkan pada aktivitas aktif tanpa menahan beban, seperti mengangkat kaki lurus, untuk meningkatkan kekuatan otot dan menjaga stabilitas sendi.  4. Kurangi berlari dan melompat, naik turun tangga dan bukit: beralihlah ke olahraga seperti berenang atau bersepeda.  5. Gunakan bantalan lutut yang kaku: untuk melindungi stabilitas sendi lutut.