Seperti yang kita ketahui bersama, tingginya angka kejadian skizofrenia bertepatan dengan usia subur, menghadapi pasien-pasien ini mau tidak mau perlu mempertimbangkan kesuburan pasien, sayangnya meskipun dokter menyebutkan masalah risiko kesuburan, tetapi masih banyak pasien yang tidak mendengarkan saran atau kehamilan yang tidak disengaja. I. Wanita hamil mana yang perlu menggunakan obat antipsikotik? 1 . Wanita yang menggunakan obat antipsikotik dan berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat. 2 . Wanita yang menggunakan obat antipsikotik dan sedang hamil. 3 . Wanita yang mengalami gangguan mental selama kehamilan dan perlu menggunakan obat antipsikotik setelah menilai risiko dan manfaatnya. Apakah akan digunakan atau tidak, adalah hal yang sangat kusut, penggunaan, akan membuat janin berisiko, menyebabkan reaksi ekstrapiramidal janin dan malformasi serta reaksi merugikan lainnya; tetapi tidak digunakan, mungkin akan menyebabkan risiko yang lebih tinggi pada ibu dan anak. Secara keseluruhan, untuk wanita hamil dengan skizofrenia, manfaat minum obat lebih besar daripada risiko tidak minum obat. Apa yang harus saya perhatikan ketika menggunakan antipsikotik selama kehamilan? 1 . Yang terbaik adalah tidak menggunakan antipsikotik selama trimester pertama kehamilan (harap pertimbangkan situasi yang sebenarnya), dan selama trimester kedua kehamilan, antipsikotik juga harus digunakan bila perlu. 2 . Pasien yang perlu mengonsumsi obat antipsikotik selama kehamilan dapat memilih obat yang relatif lebih aman dengan dosis terendah yang dapat mengontrol kondisi pasien. 3, perlu mempertimbangkan kehamilan selama berat badan pasien, metabolisme, ekskresi dan perubahan lainnya, dosis perlu disesuaikan. Hindari penggunaan obat antipsikotik jangka panjang, hindari penggunaan obat bersama, dan hindari penggunaan diuretik. 5 . Pemantauan rutin gula urin dan berat badan. 6 . Memperkuat konsentrasi darah dan pengujian janin selama pemberian obat, dan melengkapi asam folat dan vitamin K untuk mengurangi risiko malformasi tabung saraf. Ketiga, apa yang perlu saya perhatikan setelah melahirkan? 1, wanita hamil setelah melahirkan, tubuh estrogen akan anjlok, karena efek dopamin antagonisnya, pada tingkat pascapersalinan akan menyebabkan peningkatan dopamin setelah anjlok, dapat membuat tingkat kekambuhan skizofrenia tiba-tiba naik. 2, karena tingginya risiko kambuh pada masa nifas, pasien yang telah berhenti minum obat perlu memulai kembali pengobatan, dan jika ibu mengonsumsi clozapine selama kehamilan, ia perlu meninjau kembali neutrofil bayi yang baru lahir dan sebaiknya hindari menyusui. 3 . Karena kelahiran dan obat antipsikotik, ibu yang menggunakan obat antipsikotik lebih cenderung mengalami obesitas, sehingga perlu memperhatikan manajemen berat badan.