Emfisema adalah manifestasi diagnostik pencitraan klinis, sebagian besar dengan peningkatan tembus pandang pada kedua paru-paru, umumnya terlihat pada asma bronkial dan penyakit paru obstruktif kronik, sedangkan pneumotoraks sebagian besar dibentuk oleh pecahnya herpes paru. Berdasarkan jumlah dan lokasi lepuh paru, derajat pneumotoraks yang terbentuk setelah pecahnya lepuh paru secara umum dapat disimpulkan. Ada tiga jenis pneumotoraks, yaitu pneumotoraks spontan, pneumotoraks lalu lintas, dan pneumotoraks tegang, sedangkan pneumotoraks spontan sebagian besar terlihat pada herpes paru yang pecah. Emfisema biasanya bermanifestasi sebagai kelelahan jantung dan sesak napas setelah beraktivitas, yang menunjukkan penurunan fungsi paru-paru yang kronis. Sedangkan pneumotoraks sebagian besar berupa sesak napas yang tiba-tiba disertai kelelahan jantung dan sesak napas. Pencitraan dapat menemukan bahwa jaringan paru-paru terkompresi setelah terbentuknya pneumotoraks, sedangkan pencitraan emfisema menunjukkan bahwa tembus pandang kedua paru-paru meningkat, sehingga lebih mudah untuk membedakan keduanya.